GoBanten.com - Kenaikan harga rumah yang tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan mendorong calon pembeli mencari alternatif akses hunian melalui pameran properti. Platform properti Rumah123 mencatat harga rumah nasional naik 1,6 persen secara bulanan, sementara suplai hunian seken turun 8,1 persen secara tahunan.
Di tengah kondisi tersebut, indikator ekonomi makro masih relatif stabil. Suku bunga acuan Bank Indonesia berada di level 4,75 persen dan inflasi tercatat 3,48 persen, memberikan ruang bagi masyarakat untuk tetap mengakses pembiayaan perumahan.
Untuk menjawab tantangan pasar, Rumah123 menggelar PropVaganza 2026 di AEON Mall BSD City pada 5–10 Mei 2026. Pameran ini menghadirkan sekitar 150 booth dari berbagai pengembang guna mempertemukan langsung konsumen dengan pilihan hunian yang tersedia.
Head of Brand Marketing Rumah123, Bayu Qresna, mengatakan keterbatasan suplai dan tren kenaikan harga membuat keputusan menunda pembelian berpotensi meningkatkan biaya di masa depan. Menurutnya, konsumen perlu mempertimbangkan momentum pasar saat ini.
Sejumlah pengembang besar seperti SYNTHESIS Development, Metland, hingga proyek kawasan seperti PIK2 turut berpartisipasi dalam ajang tersebut.
Tangerang Selatan dipilih sebagai lokasi pembukaan karena tingginya minat pencarian properti yang mencapai 16,3 persen dari total nasional. Setelah BSD City, rangkaian PropVaganza 2026 akan berlanjut ke sejumlah kota lain seperti Jakarta, Bekasi, dan Depok hingga akhir tahun.
Selain transaksi, pameran ini juga menghadirkan sesi edukasi terkait pembelian rumah, termasuk konsultasi agen dan informasi skema kredit pemilikan rumah (KPR), guna membantu konsumen mengambil keputusan secara lebih matang di tengah pasar yang semakin kompetitif.
(Deny)
Editor : Sondang