GoBanten.com - Pencemaran kimia akibat kebakaran gudang pabrik pestisida di kawasan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan memicu krisis air bersih bagi warga di sekitar aliran Sungai Jaletreng. Larangan penggunaan air sumur dan sungai dinilai belum diikuti solusi konkret, sementara aktivitas dasar masyarakat terganggu.
Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari menegaskan negara tidak boleh berhenti pada imbauan tanpa jaminan pemenuhan kebutuhan dasar warga. “Air bersih adalah sarana vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Negara tidak boleh berhenti pada larangan semata. Jangan hanya melarang, tapi bagaimana solusinya juga harus disiapkan oleh pemerintah,” kata Ratna di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Menurut Ratna, pelarangan penggunaan air yang terindikasi terkontaminasi pestisida tanpa penyediaan alternatif berisiko memperparah dampak sosial.
Warga, kata dia, kini menghadapi kesulitan untuk memasak, mandi, mencuci, hingga menjaga sanitasi keluarga. “Saya minta suplai air bersih wajib dilakukan dengan cepat dan distribusikan secara merata. Ini tanggung jawab negara untuk melindungi warganya, apalagi dalam kondisi darurat lingkungan seperti ini,” ujarnya.
Sebelumnya, aliran Sungai Jaletreng dilaporkan berubah warna menjadi putih pascakebakaran gudang pestisida. Kepolisian mengonfirmasi perubahan kondisi sungai berkaitan dengan insiden tersebut. “Betul. Akibat dari kebakaran di pergudangan Taman Tekno,” ujar AKP Dhady Arsya, Senin (9/2/2026).
Kementerian Lingkungan Hidup mengimbau warga tidak menggunakan air sungai yang tercemar untuk menghindari risiko kesehatan. “Sebaiknya masyarakat, sudah pasti, sebisa mungkin jangan menggunakan air sungai tersebut dahulu,” kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).
Di luar penanganan darurat, DPR menuntut transparansi hasil uji kualitas air, pemulihan lingkungan, serta penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas pelepasan bahan kimia ke badan air. Desakan ini menguat di tengah kekhawatiran paparan pestisida dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan warga Tangsel.
(HBL)
Editor : Sondang