Kriminalisasi Aktivis Ferry Irwandi Dinilai Upaya Tutupi Fakta Kerusuhan

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hentikan kriminalisasi terhadap aktivis dan masyarakat yang membantu pengungkapan fakta kerusuhan. Foto IG
Hentikan kriminalisasi terhadap aktivis dan masyarakat yang membantu pengungkapan fakta kerusuhan. Foto IG

i

Jakarta, GoBanten.com -Koalisi Masyarakat Sipil mengecam meningkatnya praktik militerisasi ruang siber yang dinilai mengancam kebebasan berekspresi dan berpendapat warga negara. Kritik ini muncul menyusul pemantauan aktivitas siber oleh Satuan Siber TNI yang kemudian ditindaklanjuti dengan laporan hukum terhadap aktivis, termasuk Ferry Irwandi.

Dalam pernyataannya, Koalisi menilai keterlibatan TNI dalam pemantauan ruang digital sipil berpotensi menimbulkan intervensi terhadap penegakan hukum. “Militer seharusnya fokus pada pertahanan siber terhadap ancaman perang digital, bukan masuk ke ranah sipil dan mengkriminalisasi aktivis,” tegas Koalisi, Selasa (9/9/2025).

Koalisi juga menyoroti potensi chilling effect atau efek jera terhadap masyarakat yang ingin menyampaikan pendapatnya secara bebas. Padahal, kebebasan berekspresi merupakan pilar utama demokrasi yang wajib dilindungi negara.

Lebih jauh, Koalisi menekankan pentingnya aparat kepolisian untuk memprioritaskan pengungkapan kasus kerusuhan, pembakaran, dan penjarahan yang terjadi beberapa hari lalu. Data dan informasi yang beredar di ruang daring maupun luring semestinya dijadikan pijakan awal penyelidikan, bukan justru dijadikan dasar kriminalisasi terhadap pihak yang membantu mengungkap fakta.

Koalisi juga meminta Panglima TNI segera melakukan investigasi internal terkait dugaan keterlibatan oknum TNI dalam kerusuhan. Jika terdapat indikasi tindak pidana, proses hukum harus dijalankan secara transparan dan akuntabel di meja hijau agar publik mengetahui fakta yang sebenarnya.

Sebagai sikap resmi, Koalisi Masyarakat Sipil menyampaikan tiga tuntutan utama:

Menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis dan masyarakat yang membantu pengungkapan fakta kerusuhan.

Membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen yang dipercaya publik.

Mendesak TNI bersikap patriot dan bekerja sama untuk mengusut dugaan keterlibatan oknum dalam kerusuhan.

Koalisi yang terdiri dari sejumlah organisasi seperti Imparsial, Raksha Initiatives, Centra Initiative, DeJuRe, Koalisi Perempuan Indonesia, HRWG, PBHI, Asosiasi LBH APIK, dan Setara Institute ini menegaskan, demokrasi hanya dapat terjaga bila kebebasan berekspresi dan prinsip negara hukum dihormati sepenuhnya.

Berita Terbaru

Nasib Karier Prof. Dasaad Jadi Perhatian, Dugaan Pengaduan Fiktif Masuk Penyelidikan Polri

Nasib Karier Prof. Dasaad Jadi Perhatian, Dugaan Pengaduan Fiktif Masuk Penyelidikan Polri

Senin, 26 Okt 2026 16:05 WIB

Senin, 26 Okt 2026 16:05 WIB

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, S.H., M.H. mendorong penyidik Bareskrim Polri untuk segera meningkatkan status pemeriksaan.…

Pendaftaran Haji CIMB Niaga Syariah Tumbuh 64 Persen, Layanan Digital Makin Diminati

Pendaftaran Haji CIMB Niaga Syariah Tumbuh 64 Persen, Layanan Digital Makin Diminati

Senin, 26 Okt 2026 15:50 WIB

Senin, 26 Okt 2026 15:50 WIB

Kajian Ruang Bermakna di Surabaya menjadi penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya digelar di Bogor.…

Irman Gusman Minta Muhammadiyah NTT Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Rakyat

Irman Gusman Minta Muhammadiyah NTT Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Rakyat

Minggu, 25 Okt 2026 15:53 WIB

Minggu, 25 Okt 2026 15:53 WIB

Pengembangan UMKM, perluasan akses pendidikan, dan program pemberdayaan sosial perlu berjalan beriringan agar masyarakat memiliki kesempatan lebih besar.…

Febby Rastanty Tuntaskan 7 World Marathon Majors, Lanjutkan Perjalanan Lari di Indonesia

Febby Rastanty Tuntaskan 7 World Marathon Majors, Lanjutkan Perjalanan Lari di Indonesia

Sabtu, 24 Okt 2026 15:58 WIB

Sabtu, 24 Okt 2026 15:58 WIB

Pencapaian tersebut mengantarkan Febby meraih gelar Seven Star Finisher setelah menuntaskan maraton ketujuhnya di Sydney pada 2026.…

HUT ke-22 DPD RI, 89 Pendonor Ikuti Aksi Kemanusiaan di Yogyakarta

HUT ke-22 DPD RI, 89 Pendonor Ikuti Aksi Kemanusiaan di Yogyakarta

Rabu, 21 Okt 2026 10:36 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 10:36 WIB

PMI Kota Yogyakarta memiliki persediaan sekitar 4.200 kantong darah yang melayani sekitar 42 rumah sakit di Kota Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.…

Putusan PK MA dan Sengketa Saham RSIA Family, Pemegang Saham Minoritas Tempuh Jalur Hukum

Putusan PK MA dan Sengketa Saham RSIA Family, Pemegang Saham Minoritas Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 21 Okt 2026 09:42 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:42 WIB

Primaditya menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat keberatan sebelum RUPS digelar dan meminta agar rapat dibatalkan…