Bambang Noertjahyo

LHKPN Sekda Tangsel Disorot: Harta Rp4,3 Miliar Bambang Noertjahyo Dipertanyakan

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
LHKPN Bambang Noertjahyo tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp4,3 miliar. Foto ist
LHKPN Bambang Noertjahyo tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp4,3 miliar. Foto ist

i

CIPUTAT, GoBanten.com - Sorotan publik terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan Bambang Noertjahyo kini bergeser dari sekadar insiden telat apel ke soal harta kekayaannya.

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Bambang ikut dibedah warganet dan aktivis antikorupsi, memunculkan pertanyaan soal transparansi dan etika pejabat daerah.

Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan per 31 Desember 2024, Bambang Noertjahyo tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp4,3 miliar.

Angka itu kembali viral seiring polemik disiplin ASN yang menyeret namanya ke ruang publik. “Ini bukan lagi soal telat apel, tapi soal konsistensi pejabat terhadap nilai keteladanan dan transparansi. Ketika pejabat disorot, wajar publik ikut membedah LHKPN-nya,” ujar Rizki Ardi warga Serua, Minggu (25/1/2026).

Sebagian besar kekayaan Bambang berasal dari aset properti. Ia melaporkan kepemilikan sejumlah tanah dan bangunan di beberapa wilayah. Yang paling mencolok, satu bidang tanah dan bangunan di Kota Tangsel dengan nilai mencapai Rp2,6 miliar. Nilai ini menyumbang porsi terbesar dari total hartanya.

“Kalau satu aset saja nilainya Rp2,6 miliar, publik tentu berhak tahu sumber perolehannya, apalagi dia pejabat karier yang digaji negara,” ujar Rizki sambil mengelus dada.

Tak hanya properti, daftar kekayaan Bambang juga memuat kendaraan bernilai tinggi. Dalam LHKPN-nya tercatat satu unit sepeda motor gede (moge) Kawasaki Versys 650 cc tahun 2023 dengan nilai Rp243 juta.

Menurut Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) bidang tata kelola pemerintahan, Almas Riefqi, kepemilikan kendaraan mewah oleh pejabat publik sah secara hukum, tetapi tetap memerlukan penjelasan yang terbuka.
“Tidak ada larangan pejabat punya moge. Tapi dalam konteks etika dan kepercayaan publik, pejabat wajib menjelaskan asal-usul dan pola akumulasi kekayaannya. LHKPN itu bukan formalitas,” tegas Almas.

Selain properti dan kendaraan, Bambang juga melaporkan sejumlah aset lain yang menopang total kekayaannya.

Meski seluruhnya tercantum resmi dalam LHKPN, publik tetap menuntut transparansi lebih jauh terkait sumber perolehan dan pertumbuhan hartanya dari tahun ke tahun.

Kedekatan Bambang dengan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan—nama yang pernah terseret kasus korupsi besar di Banten—ikut mempertebal sorotan. Meski tak ada tudingan hukum langsung, relasi politik dan birokrasi tersebut dinilai menuntut standar etika yang lebih tinggi.

Dalam iklim kepercayaan publik yang rendah terhadap birokrasi, relasi dengan figur kontroversial itu pasti memunculkan kecurigaan.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Bambang Noertjahyo belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan atas LHKPN dan harta kekayaannya. 

Di tengah kampanye reformasi birokrasi dan penguatan integritas ASN, LHKPN Bambang Noertjahyo kini bukan sekadar daftar angka. Bagi publik, laporan itu menjadi cermin untuk menilai apakah pejabat daerah benar-benar menjunjung prinsip transparansi dan akuntabilitas, atau justru terjebak dalam ironi kekuasaan dan privilese. 

(HBL).

Berita Terbaru

Cita Loka Fest 2026 Apresiasi Inovasi Pemprov DKI dan Bank Jakarta

Cita Loka Fest 2026 Apresiasi Inovasi Pemprov DKI dan Bank Jakarta

Kamis, 25 Jun 2026 18:35 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 18:35 WIB

Penghargaan ini diberikan atas konsistensi Bank Jakarta dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Jakpreneur…

64 Persen Pekerja Indonesia Berani Negosiasi Gaji, Mayoritas Berhasil

64 Persen Pekerja Indonesia Berani Negosiasi Gaji, Mayoritas Berhasil

Rabu, 24 Jun 2026 15:56 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 15:56 WIB

Mayoritas responden menempatkan budaya perusahaan dan kesesuaian nilai sebagai prioritas, bahkan di atas kenaikan gaji.…

Akademisi dan Kader GMNI Bedah Tantangan Bangsa di Era Modern

Akademisi dan Kader GMNI Bedah Tantangan Bangsa di Era Modern

Selasa, 23 Jun 2026 12:05 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 12:05 WIB

Refleksi Haul Bung Karno ke-56 di Malang membahas keadilan sosial, arah ekonomi nasional, dan regenerasi kepemimpinan bangsa…

103 Karya Seni Rupa Dipamerkan, FORWAN Dukung Kemajuan Seni Indonesia

103 Karya Seni Rupa Dipamerkan, FORWAN Dukung Kemajuan Seni Indonesia

Kamis, 18 Jun 2026 20:49 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 20:49 WIB

Ketua Yayasan Gedung Veteran Republik Indonesia Suparman Natawikarta menilai kegiatan ini penting untuk menjaga ekosistem seni tetap hidup dan berkembang.…

Fokus Reformasi Birokrasi, Bupati Serang Dorong Raperda Pembinaan ASN dan Percepatan Layanan Publik

Fokus Reformasi Birokrasi, Bupati Serang Dorong Raperda Pembinaan ASN dan Percepatan Layanan Publik

Kamis, 18 Jun 2026 20:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 20:18 WIB

Penambahan bidang pembinaan dan disiplin pegawai diperlukan agar kinerja ASN lebih optimal dan bisa dievaluasi secara menyeluruh.…

Transformasi Digital Isuzu Bantu Tekan Biaya Operasional Armada Logistik

Transformasi Digital Isuzu Bantu Tekan Biaya Operasional Armada Logistik

Kamis, 18 Jun 2026 11:19 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 11:19 WIB

Integrasi API yang ditawarkan memungkinkan perusahaan menggabungkan data armada dengan sistem internal mereka.…