GoBanten.com - Film horor terbaru berjudul The Bell: Panggilan untuk Mati menghadirkan pendekatan berbeda dengan mengangkat mitos lokal Pulau Belitung sebagai kekuatan utama cerita. Sosok Penebok, hantu tanpa kepala yang melegenda, menjadi pusat teror sekaligus identitas budaya dalam film ini.
Disutradarai oleh Jay Sukmo, film ini tidak hanya mengandalkan jump scare, tetapi juga membangun atmosfer dari kepercayaan masyarakat setempat tentang artefak lonceng keramat yang diyakini mampu mengurung roh jahat.
Aktris Shalom Razade yang memerankan karakter Isabel sekaligus Penebok mengungkapkan, proses syuting di Pulau Belitung justru memberikan pengalaman menyenangkan meski mengusung tema horor.
“Pemandangannya indah, makanannya enak, dan warga lokalnya ramah. Itu membuat proses syuting terasa lebih ringan,” ujarnya saat press screening di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Meski memerankan sosok menyeramkan, Shalom mengaku tidak mendalami mitos Penebok secara langsung karena memilih menghindari hal-hal yang bisa memicu rasa takut selama produksi.
Film produksi Sinemata Buana Kreasindo ini mengisahkan sekelompok kreator konten yang mencuri lonceng mistis demi viralitas. Namun tindakan tersebut justru membebaskan Penebok, memicu teror mematikan yang menghantui mereka.
Dengan latar budaya lokal yang kuat dan visual yang menonjolkan suasana magis Belitung, The Bell: Panggilan untuk Mati dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026.
Film ini diharapkan memperkaya warna horor Indonesia dengan menggabungkan unsur tradisi, mitos, dan ketegangan modern dalam satu cerita.
Editor : Sondang