DCKTR Tangerang Selatan

Sengketa Proyek DCKTR Tangsel Berujung Somasi Ketua KONI

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan. Foto ist
Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan. Foto ist

i

TANGSEL, GoBanten.com - Polemik kerja sama proyek Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan kembali membuka borok tata kelola pembangunan daerah. Perselisihan antara MLD—yang kini menjabat Ketua KONI Tangsel—dengan kontraktor Kusnadi berujung somasi hukum dan menguak dugaan praktik tidak sehat dalam pengelolaan proyek pemerintah.

Melalui kuasa hukumnya, Kusnadi melayangkan somasi kepada MLD atas dugaan wanprestasi pembagian hasil proyek. Nilai yang ditagihkan tidak kecil, mencapai Rp282 juta, terdiri dari sekitar Rp100 juta dana bagi hasil dan Rp182 juta keuntungan yang disebut telah disepakati sejak awal kerja sama.

Proyek yang dipersoalkan merupakan renovasi Pasar Ciputat dan Kelurahan Perigi Baru tahun anggaran 2024 di bawah DCKTR Tangsel. Dalam skema kerja sama tersebut, Kusnadi disebut menjalankan pekerjaan fisik, sementara MLD berperan dalam membuka akses proyek dan pengelolaannya—sebuah pola yang kerap menimbulkan tanda tanya publik.

Kusnadi mengklaim telah menyetor dana kerja sama, baik secara transfer maupun tunai, dengan total mencapai Rp1,44 miliar. Sejumlah kuitansi disebut telah dikantongi sebagai bukti transaksi. Fakta ini semakin menegaskan adanya relasi bisnis di balik proyek negara yang seharusnya dikelola secara transparan dan akuntabel.

Nama MLD sendiri santer disebut sebagai figur yang dekat dengan lingkaran kekuasaan daerah dan rutin memperoleh proyek dari berbagai dinas, termasuk DCKTR. Pola kerja sama yang berulang ini memicu kecurigaan publik soal mekanisme penunjukan proyek, serta potensi konflik kepentingan yang dibiarkan berlangsung tanpa pengawasan memadai.

Meski proyek diklaim telah rampung, kritik tajam justru mengarah pada kualitas bangunan. Pemotongan anggaran sejak awal kerja sama disebut berpotensi menurunkan mutu konstruksi, membuat hasil pekerjaan jauh dari standar teknis yang seharusnya diterapkan dalam proyek publik.

Pengamat kebijakan publik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak, menilai polemik ini bukan sekadar sengketa bisnis, melainkan cermin rapuhnya tata kelola pemerintahan daerah. Ia menyebut kasus ini sebagai potret kegagalan penerapan prinsip good governance.
“Masalah utamanya adalah lemahnya transparansi dan minimnya partisipasi publik. Kondisi ini membuat proyek pembangunan sangat mudah diselewengkan,” ujar Zaki.

Menurutnya, sistem pengadaan digital seperti e-catalog dan pengadaan elektronik belum mampu menutup celah praktik curang. Ia menyebut berbagai modus masih marak terjadi di lapangan. “Mulai dari tender yang sejak awal direkayasa untuk meloloskan pihak tertentu, sampai pengaturan spesifikasi teknis yang sengaja dibuat untuk menyingkirkan pesaing,” tegasnya.

Zaki menambahkan, praktik semacam itu pada akhirnya bermuara pada korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Dampaknya bukan hanya kerugian keuangan negara, tetapi juga rusaknya kualitas infrastruktur yang seharusnya dinikmati masyarakat.

Tak berhenti di eksekutif, Zaki juga menyentil keras DPRD Tangsel. Lembaga legislatif yang seharusnya menjadi benteng pengawasan justru dinilai kerap tumpul, bahkan berpotensi ikut terlibat dalam praktik bagi-bagi proyek.
“Dalam sejumlah kasus, ada dugaan oknum DPRD ikut bermain, baik untuk pembiayaan partai politik maupun kepentingan pribadi,” ungkapnya.

Ia mengingatkan, Tangsel memiliki catatan kelam kasus korupsi di masa lalu. Sejarah tersebut, kata Zaki, semestinya menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan, bukan sekadar arsip yang diabaikan. “Tanpa komitmen serius pada akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi publik, jargon good governance hanya akan jadi slogan kosong,” pungkasnya. (HB)

Berita Terbaru

KPA Catat 341 Konflik Agraria, Penghargaan Jurnalistik ARMA 2026 Kembali Digelar

KPA Catat 341 Konflik Agraria, Penghargaan Jurnalistik ARMA 2026 Kembali Digelar

Selasa, 11 Agu 2026 12:23 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 12:23 WIB

Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika mengatakan jurnalisme independen dibutuhkan untuk mengungkap akar konflik agraria.…

Asia Pacific Coatings Show 2026 Hadir di Jakarta, 170 Perusahaan Siap Pamerkan Inovasi

Asia Pacific Coatings Show 2026 Hadir di Jakarta, 170 Perusahaan Siap Pamerkan Inovasi

Selasa, 11 Agu 2026 09:28 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 09:28 WIB

JAKARTA, GoBanten.com - Industri cat dan pelapis (coatings) di Asia Pasifik menghadapi peluang pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan terhadap produk yang…

Data BPS 2026: Pengangguran Lulusan Sarjana Capai 1,03 Juta Orang

Data BPS 2026: Pengangguran Lulusan Sarjana Capai 1,03 Juta Orang

Senin, 10 Agu 2026 16:08 WIB

Senin, 10 Agu 2026 16:08 WIB

Lonjakan angka pengangguran terdidik ini menjadi sinyal kuat perlunya pembenahan sistem pendidikan.…

JCO Reserve Perluas Konsep Kafe Modern, Lengkap dengan All-Day Dining

JCO Reserve Perluas Konsep Kafe Modern, Lengkap dengan All-Day Dining

Senin, 10 Agu 2026 08:53 WIB

Senin, 10 Agu 2026 08:53 WIB

Saat ini, dari lebih dari 400 gerai JCO di Indonesia, sebanyak 19 di antaranya telah mengusung konsep JCO Reserve.…

Daihatsu Permudah Servis Kendaraan, Suku Cadang Dijamin 24 Jam

Daihatsu Permudah Servis Kendaraan, Suku Cadang Dijamin 24 Jam

Senin, 10 Agu 2026 08:27 WIB

Senin, 10 Agu 2026 08:27 WIB

Daihatsu memperluas akses layanan agar pelanggan tidak terbebani waktu dan biaya tambahan saat melakukan perawatan.…

EXCOTEL Surabaya Tawarkan Sunset BBQ dengan Panorama Kota 360 Derajat

EXCOTEL Surabaya Tawarkan Sunset BBQ dengan Panorama Kota 360 Derajat

Sabtu, 08 Agu 2026 00:31 WIB

Sabtu, 08 Agu 2026 00:31 WIB

EXCOTEL Design Hotel Surabaya menghadirkan Sunset Chill & Grill, pengalaman BBQ, live music, dan panorama 360 derajat setiap akhir pekan…