GoBanten.com - Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat sistem mitigasi banjir dengan memperluas integrasi pos pantau di wilayah hulu. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kecepatan deteksi dini dan respons terhadap potensi banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, mengatakan integrasi pos pantau sangat penting karena memberikan data ketinggian muka air secara real-time dari wilayah hulu.
Baca juga: Satpol PP Tangerang Tertibkan PKL di Alun-Alun Ahmad Yani
“Informasi dari pos pantau di hulu sangat krusial, sehingga petugas bisa segera mengambil langkah mitigasi lebih dini sebelum air masuk ke wilayah Kota Tangerang,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Sebelumnya, Pemkot telah mengintegrasikan sistem mitigasi banjir dengan Pos Pantau Batu Beulah di Kabupaten Bogor sejak akhir tahun lalu. Ke depan, integrasi serupa akan diperluas ke Pos Pantau Tajur untuk memantau hulu Kali Serua.
Baca juga: Siswa PAUD hingga SMP di Kronjo Tangerang Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis
Selain itu, sistem pemantauan juga akan diperkuat di kawasan Tangerang Selatan, tepatnya di Perumahan Mutiara Tangsel yang menjadi titik pemantauan hulu Kali Angke.
Ruta menambahkan, integrasi lintas wilayah ini menjadi langkah strategis untuk menekan risiko banjir di kawasan hilir. “Dengan sistem yang terhubung, kita bisa lebih cepat melakukan antisipasi dan meminimalkan dampak bagi masyarakat,” katanya.
Baca juga: Modus Baru Narkoba Terbongkar, Sabu 22 Kg Disembunyikan di Tangki Mobil Tujuan Tangerang
Pemkot berharap penguatan sistem ini mampu meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memberikan rasa aman bagi warga di wilayah rawan banjir.
(Tri Handiyatno)
Editor : Sondang