Kasus LPEI Rp11,7 Triliun, KPK Periksa Jamal Ghozi Basylemeh

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu saksi yang dipanggil pada Kamis (13/8/2026) adalah Jamal Ghozi Basylemeh, pemilik sekaligus pengurus PT Pismatex Textile Industry, perusahaan yang dikenal sebagai produsen sarung merek Gajah Duduk.
Salah satu saksi yang dipanggil pada Kamis (13/8/2026) adalah Jamal Ghozi Basylemeh, pemilik sekaligus pengurus PT Pismatex Textile Industry, perusahaan yang dikenal sebagai produsen sarung merek Gajah Duduk.

i

JAKARTA, GoBanten.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendalami dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas pembiayaan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Kali ini, penyidik memeriksa sejumlah pengusaha swasta sebagai saksi.

Salah satu saksi yang dipanggil pada Kamis (13/8/2026) adalah Jamal Ghozi Basylemeh, pemilik sekaligus pengurus PT Pismatex Textile Industry, perusahaan yang dikenal sebagai produsen sarung merek Gajah Duduk.

Pemeriksaan terhadap Jamal dilakukan bersama empat pengusaha lainnya di Markas Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Mereka dimintai keterangan untuk membantu penyidik mengurai dugaan penyimpangan dalam fasilitas pembiayaan LPEI.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan agenda pemeriksaan tersebut. Menurut dia, pemeriksaan dilakukan dalam rangka penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian fasilitas pembiayaan dari LPEI.

"Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian fasilitas pembiayaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)," kata Budi, Kamis (13/8/2026).

Selain Jamal, penyidik memeriksa Tjan Doni Chandra dari PT Pangeran Pamenang. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap Simon Halim dan Yacob Halim dari PT Alam Jaya Primanusa.

Satu saksi lainnya adalah Go Junarto dari PT Centranusa Inti Prima Industry. Kelima pengusaha tersebut diperiksa untuk menggali informasi terkait pihak-pihak yang memperoleh atau berkaitan dengan fasilitas pembiayaan LPEI.

Kasus ini menjadi bagian dari pengusutan dugaan korupsi pembiayaan LPEI dengan nilai kerugian negara yang disebut mencapai Rp11,7 triliun. Perkara tersebut berkaitan dengan 15 debitur bermasalah yang menerima fasilitas pembiayaan.

Dalam perkembangan penyidikan, KPK telah menetapkan lima tersangka yang berasal dari jajaran mantan direksi LPEI serta pihak debitur PT Petro Energy.

Pemeriksaan terhadap para pengusaha tersebut menjadi langkah lanjutan KPK untuk menelusuri aliran pembiayaan dan peran pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Berita Terbaru

Ledakan Ruko Pasar Cimanggis Tangsel Tewaskan 2 Orang, Tabung Gas 52 Kg Jadi Sorotan

Ledakan Ruko Pasar Cimanggis Tangsel Tewaskan 2 Orang, Tabung Gas 52 Kg Jadi Sorotan

Kamis, 15 Okt 2026 11:31 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 11:31 WIB

Polisi masih perlu memastikan jenis gas yang digunakan, cara penyimpanannya, serta aktivitas yang berlangsung di dalam ruko sebelum peristiwa terjadi.…

145 Warga Serpong Lagoon Kena Muntaber, Sampel Air Ditemukan Bakteri E. coli

145 Warga Serpong Lagoon Kena Muntaber, Sampel Air Ditemukan Bakteri E. coli

Rabu, 14 Okt 2026 09:46 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 09:46 WIB

Kondisi ini menjadi perhatian karena sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan, bahkan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.…

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Perkuat Integrasi dan Digitalisasi

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Perkuat Integrasi dan Digitalisasi

Rabu, 07 Okt 2026 20:52 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:52 WIB

Lima tahun pascamerger Pelindo, Terminal Teluk Lamong mencatat pertumbuhan throughput 64,6 persen pada 2025 dan kini mengelola tiga terminal peti kemas.…

Apa Arti Kudus dalam Alkitab? Ini Makna dan Kaitannya dengan Kehidupan

Apa Arti Kudus dalam Alkitab? Ini Makna dan Kaitannya dengan Kehidupan

Sabtu, 03 Okt 2026 22:44 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 22:44 WIB

Salah satu contoh yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah Sabat.…

BINUS Terapkan Experiential Learning Lewat LBFest 2026

BINUS Terapkan Experiential Learning Lewat LBFest 2026

Jumat, 02 Okt 2026 22:50 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 22:50 WIB

Selain aktivitas jual beli, LBFest 2026 menghadirkan komunitas dan pelaku ekosistem bisnis.…

Perkuat Layanan Kapal, TTL Kembangkan Zona EAZI dan Integrasi Digital

Perkuat Layanan Kapal, TTL Kembangkan Zona EAZI dan Integrasi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 16:06 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 16:06 WIB

TTL bersama KSOP Utama Tanjung Perak mengevaluasi penerapan Zona EAZI dan memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kapal.…