TANGSEL, GoBanten.com - Peta pencemaran udara di Indonesia mulai bergeser. Bukan lagi DKI Jakarta, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) justru tercatat sebagai wilayah dengan kualitas udara terburuk secara nasional pada Selasa pagi (7/7/2026).
Berdasarkan data real-time IQAir pukul 08.29 WIB, Tangsel mencatat Air Quality Index (AQI) sebesar 210 atau masuk kategori “Sangat Tidak Sehat”. Angka ini menandakan kondisi udara berada pada level berbahaya dan berisiko langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat.
DKI Jakarta berada di posisi kedua dengan AQI 186 (Tidak Sehat), disusul Tangerang (149), Surabaya (144), dan Palembang (142) yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Lonjakan polusi ini dipicu tingginya konsentrasi PM2.5, partikel mikroskopis yang mampu menembus paru-paru hingga aliran darah. Paparan berlebih polutan ini diketahui dapat memicu gangguan pernapasan, penyakit jantung, hingga risiko komplikasi kehamilan.
Kondisi tersebut menjadi sinyal peringatan serius bagi kawasan penyangga ibu kota yang kini menghadapi tekanan polusi lebih tinggi. Masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, diimbau membatasi aktivitas luar ruangan serta menggunakan pelindung seperti masker.
Perubahan episentrum polusi ini menegaskan bahwa krisis kualitas udara tidak lagi terpusat di Jakarta, melainkan telah meluas ke wilayah sekitarnya dengan dampak yang kian signifikan.
Editor : Sondang