Pendidikan Antikorupsi

MA dan KPK Teken MoU Pendidikan Antikorupsi untuk ASN, Libatkan 200 Pimpinan PN

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pendekatan pendidikan menjadi kunci untuk mengatasi korupsi dari sisi mentalitas. Foto ist
Pendekatan pendidikan menjadi kunci untuk mengatasi korupsi dari sisi mentalitas. Foto ist

i

GoBanten.com - Dukungan terhadap program pendidikan antikorupsi bagi aparatur sipil negara (ASN) mendapat catatan kritis dari anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly. Ia menilai langkah tersebut penting, namun harus diiringi transformasi nyata, bukan sekadar formalitas.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Mahkamah Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam memperkuat integritas ASN melalui pendidikan sistematis.

Amure menegaskan, pendekatan pendidikan menjadi kunci untuk mengatasi korupsi dari sisi mentalitas, bukan hanya penindakan hukum.

“Pendidikan antikorupsi harus mengubah pola pikir ASN menjadi penjaga integritas publik, bukan sekadar menjalankan aturan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan agar implementasi program tidak berhenti sebagai seremoni atau gimmick. Menurutnya, banyak inisiatif serupa sebelumnya gagal memberikan dampak karena lemahnya pengawasan dan evaluasi.

Amure mendorong agar kurikulum disusun lebih kontekstual dengan pendekatan berbasis kasus nyata serta terintegrasi dengan sistem penilaian kinerja ASN. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala BSDK MA, Syamsul Arief, menyebut program pendidikan antikorupsi akan dimulai pada 18 Mei 2026 dengan melibatkan 200 pimpinan pengadilan negeri dari seluruh Indonesia. Materi yang diberikan mencakup integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam penanganan perkara.

Dengan kritik tersebut, Amure berharap pendidikan antikorupsi tidak hanya menjadi agenda simbolik, tetapi benar-benar menjadi fondasi reformasi birokrasi yang berdampak jangka panjang.

Berita Terbaru

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, Dewan Pers Ajak Publik Jaga Informasi

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, Dewan Pers Ajak Publik Jaga Informasi

Minggu, 10 Mei 2026 17:07 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 17:07 WIB

Selain memperkuat kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi respons terhadap tantangan disrupsi informasi yang kian kompleks, termasuk maraknya misinformasi.…

Polisi Bongkar Jaringan Judi Online di Jakarta, 275 WNA Jadi Tersangka

Polisi Bongkar Jaringan Judi Online di Jakarta, 275 WNA Jadi Tersangka

Sabtu, 09 Mei 2026 22:09 WIB

Sabtu, 09 Mei 2026 22:09 WIB

Bareskrim Polri kini fokus menelusuri aliran dana yang mencapai miliaran rupiah.…

Band Asal Depok The Morbius Curi Perhatian di Band Academy Indosiar

Band Asal Depok The Morbius Curi Perhatian di Band Academy Indosiar

Sabtu, 09 Mei 2026 22:03 WIB

Sabtu, 09 Mei 2026 22:03 WIB

Musisi Anang Hermansyah menilai perkembangan The Morbius cukup menonjol.…

Fenomena Wisata Medis, Jutaan Warga RI Pilih Berobat ke Luar Negeri

Fenomena Wisata Medis, Jutaan Warga RI Pilih Berobat ke Luar Negeri

Jumat, 08 Mei 2026 20:57 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 20:57 WIB

Dari total sekitar 1 juta pasien per tahun, sekitar 300 ribu di antaranya berasal dari Indonesia.…

UIN Jakarta Gelar Trofeo FORKA 2026, Bukti Pentingnya Work-Life Balance

UIN Jakarta Gelar Trofeo FORKA 2026, Bukti Pentingnya Work-Life Balance

Jumat, 08 Mei 2026 20:46 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 20:46 WIB

Melalui Trofeo FORKA 2026, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan bahwa budaya kerja sehat dapat dibangun lewat aktivitas sederhana namun berdampak.…

Lulu Tobing Tampil Emosional di Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Lulu Tobing Tampil Emosional di Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Jumat, 08 Mei 2026 18:06 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 18:06 WIB

Menurut Kuntz Agus, film ini tidak hanya mengangkat sisi medis Alzheimer, tetapi juga menggambarkan pentingnya momen kebersamaan dalam keluarga.…