Rumah Tidak Layak Huni

12 Tahun Program RTLH, Masih Banyak Rumah Tak Layak di Tangerang

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Selain soal keterbatasan kuota, besaran bantuan Rp30 juta per unit juga kembali dipertanyakan. Foto ilustrasi
Selain soal keterbatasan kuota, besaran bantuan Rp30 juta per unit juga kembali dipertanyakan. Foto ilustrasi

i

TANGERANG, GoBanten.com -Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali mematok target rehabilitasi 1.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sepanjang tahun 2026. Target ini diulang seperti tahun sebelumnya, namun di tengah tingginya jumlah usulan warga, efektivitas dan ketepatan sasaran program kembali menjadi sorotan.

Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang Decky Priambodo menyebut program rehabilitasi RTLH merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap persoalan hunian warga berpenghasilan rendah.

“Target tahun ini tetap 1.000 unit rumah dengan nilai bantuan Rp30 juta per unit. Proses usulan sudah dibuka dan saat ini tercatat 1.571 usulan masuk dari perangkat kewilayahan hingga legislatif,” ujar Decky, Rabu (14/1/2026).

Namun, tingginya jumlah usulan dibandingkan kuota yang tersedia mengindikasikan masih lebarnya kesenjangan kebutuhan hunian layak di Kota Tangerang. Dengan kata lain, hampir separuh pengusul dipastikan tidak terakomodasi dalam program tahun ini.

Pemkot Tangerang mencatat sejak 2014 hingga 2025, sebanyak 10.656 unit rumah telah direhabilitasi melalui program RTLH. Meski angka tersebut tampak signifikan, realitas di lapangan menunjukkan persoalan hunian layak belum sepenuhnya teratasi, terutama di kawasan padat dan kantong kemiskinan perkotaan.

Selain soal keterbatasan kuota, besaran bantuan Rp30 juta per unit juga kembali dipertanyakan. Di tengah kenaikan harga material dan jasa konstruksi, nilai tersebut dinilai hanya cukup untuk perbaikan dasar, bukan rehabilitasi menyeluruh yang menjamin standar rumah sehat dan aman.

Decky mengakui, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga. Namun, keberhasilan RTLH tak hanya diukur dari jumlah unit yang direhab, melainkan juga dari ketepatan penerima, kualitas bangunan, serta pengawasan di lapangan.

“Kami berharap program ini benar-benar menyasar warga yang paling membutuhkan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Ke depan, publik menunggu apakah program RTLH 2026 hanya akan menjadi pengulangan target tahunan, atau benar-benar menjadi solusi struktural atas persoalan hunian tidak layak yang masih mengakar di Kota Tangerang.

Berita Terbaru

HUT ke-22 DPD RI, 89 Pendonor Ikuti Aksi Kemanusiaan di Yogyakarta

HUT ke-22 DPD RI, 89 Pendonor Ikuti Aksi Kemanusiaan di Yogyakarta

Rabu, 21 Okt 2026 10:36 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 10:36 WIB

PMI Kota Yogyakarta memiliki persediaan sekitar 4.200 kantong darah yang melayani sekitar 42 rumah sakit di Kota Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.…

Putusan PK MA dan Sengketa Saham RSIA Family, Pemegang Saham Minoritas Tempuh Jalur Hukum

Putusan PK MA dan Sengketa Saham RSIA Family, Pemegang Saham Minoritas Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 21 Okt 2026 09:42 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:42 WIB

Primaditya menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat keberatan sebelum RUPS digelar dan meminta agar rapat dibatalkan…

Dua Penghargaan Internasional Perkuat Reputasi Terminal Teluk Lamong

Dua Penghargaan Internasional Perkuat Reputasi Terminal Teluk Lamong

Sabtu, 17 Okt 2026 16:30 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 16:30 WIB

Terminal Teluk Lamong meraih dua penghargaan internasional di Singapura, dengan pertumbuhan arus petikemas 12,38 persen hingga Agustus 2026.…

Ledakan Ruko Pasar Cimanggis Tangsel Tewaskan 2 Orang, Tabung Gas 52 Kg Jadi Sorotan

Ledakan Ruko Pasar Cimanggis Tangsel Tewaskan 2 Orang, Tabung Gas 52 Kg Jadi Sorotan

Kamis, 15 Okt 2026 11:31 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 11:31 WIB

Polisi masih perlu memastikan jenis gas yang digunakan, cara penyimpanannya, serta aktivitas yang berlangsung di dalam ruko sebelum peristiwa terjadi.…

145 Warga Serpong Lagoon Kena Muntaber, Sampel Air Ditemukan Bakteri E. coli

145 Warga Serpong Lagoon Kena Muntaber, Sampel Air Ditemukan Bakteri E. coli

Rabu, 14 Okt 2026 09:46 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 09:46 WIB

Kondisi ini menjadi perhatian karena sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan, bahkan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.…

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Perkuat Integrasi dan Digitalisasi

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Perkuat Integrasi dan Digitalisasi

Rabu, 07 Okt 2026 20:52 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:52 WIB

Lima tahun pascamerger Pelindo, Terminal Teluk Lamong mencatat pertumbuhan throughput 64,6 persen pada 2025 dan kini mengelola tiga terminal peti kemas.…