TANGSEL, GoBanten.com - PT Pintu Kemana Saja (PINTU) turut mendukung penguatan literasi teknologi bagi mahasiswa dengan menjadi sponsor program edukasi “Blockvest Goes to Campus: Creativity in AI & Blockchain” yang digelar Blockvest di Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Tangerang Selatan. Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 80 mahasiswa untuk memperdalam pemahaman tentang peluang karier, perkembangan artificial intelligence (AI), serta regulasi di industri crypto dan blockchain.
Tingginya perhatian generasi muda terhadap teknologi turut terlihat dalam survei APJII 2025. Dari 8.700 responden, 27,34% tercatat sebagai pengguna AI, dengan dominasi Generasi Z sebesar 43,7%.
Koordinator Kemahasiswaan Informatika UPJ, Prio Handoko, S.Kom., MT.I., menilai kolaborasi lintas sektor ini penting untuk memperluas wawasan mahasiswa.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pemahaman tentang AI dan blockchain yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Data yang makin kompleks menuntut pemanfaatan AI dan blockchain untuk keamanan dan inovasi digital,” ujarnya, Senin (1/12/2025). Ia menambahkan, Program Studi Informatika berkomitmen membentuk IT Club Web3 dan Blockchain sebagai wadah mahasiswa yang ingin mendalami teknologi Web3.
Program ini berlangsung seiring meningkatnya adopsi aset digital di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah pengguna crypto telah menembus 18 juta orang per Oktober 2025 dengan nilai transaksi mencapai Rp360,3 triliun hingga September 2025. Data Bappebti menunjukkan Generasi Z mendominasi pengguna dengan porsi 26,9% pada rentang usia 18–24 tahun.
Dari sisi industri, Blockchain & Crypto Content Specialist PINTU, Ari Budi Santosa, menekankan pentingnya literasi dasar crypto bagi generasi muda. “Crypto sedang mendapat perhatian besar, terutama dari mahasiswa. PINTU ingin membantu memberikan pemahaman fundamental agar mereka bisa melihat peluang karier di sektor ini,” kata Ari.
Selain crypto, pemanfaatan AI juga dibahas oleh Usky AI. Founder & CTO Usky AI, Isybel Harto, menyampaikan bahwa integrasi AI dan blockchain membuka ruang luas bagi inovasi. “AI mengubah cara kita berkarya, sementara blockchain mendukung transparansi dan keamanan. Mahasiswa perlu mengeksplorasi kedua teknologi ini secara kreatif dan kritis,” ujarnya.
Ari menutup bahwa partisipasi PINTU dalam kegiatan ini merupakan komitmen perusahaan untuk memperkuat literasi aset digital. “Kami percaya pemahaman yang baik akan membantu generasi muda mengambil keputusan yang lebih bijak sekaligus memanfaatkan peluang karier di industri teknologi digital,” katanya.
Editor : Sondang