GoBanten.com - Kenaikan dan fluktuasi harga bahan bakar mendorong masyarakat mulai mencari kendaraan yang lebih efisien untuk mobilitas harian. Di tengah kebutuhan tersebut, teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) kian dilirik karena menawarkan kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin dalam satu sistem.
Dengan kemampuan berjalan menggunakan listrik untuk jarak pendek dan beralih ke mesin bensin saat dibutuhkan, PHEV dinilai cocok dengan pola perjalanan masyarakat perkotaan yang relatif singkat.
Selain menekan konsumsi BBM, teknologi ini juga memberi fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh tanpa bergantung penuh pada stasiun pengisian daya.
Salah satu model yang mengusung teknologi ini adalah LEPAS L8 yang mampu menempuh lebih dari 100 kilometer dalam mode listrik penuh. Sementara untuk perjalanan panjang, kombinasi dua sumber tenaga memungkinkan jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer dalam kondisi optimal.
Ketua Umum Periklindo, Moeldoko, menilai PHEV menjadi solusi transisi yang relevan di Indonesia.
“Teknologi ini memberi pilihan bagi masyarakat yang ingin efisien tanpa harus sepenuhnya bergantung pada kendaraan listrik murni,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).
Dengan efisiensi dan fleksibilitas yang ditawarkan, PHEV kini menjadi alternatif yang semakin diperhitungkan di tengah perubahan kebutuhan mobilitas modern.
(Denny Pohan)
Editor : Sondang