Dampak Tarif Resiprokal Trump, Chusnunia Desak Kebijakan Impor Nasional Dievaluasi

author Roby

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Chusnunia Chalim
Chusnunia Chalim

i

Jakarta, GoBanten.com - Tarif resiprokal yang diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump ternyata masih meninggalkan efek domino di panggung perdagangan global.

Negara-negara besar, termasuk Tiongkok, kini sibuk mencari pasar alternatif karena ekspor mereka ke Amerika Serikat makin terhambat. Asia Tenggara pun jadi incaran—dan Indonesia berpotensi besar jadi sasaran.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, angkat suara soal kondisi ini. Ia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa Indonesia bisa kebanjiran produk-produk impor murah dari negara-negara yang tengah mengalihkan ekspornya.

“Efek dari tarif resiprokal Trump masih berlanjut hingga hari ini. Negara-negara besar seperti Tiongkok dan negara Asia lainnya mencari jalur distribusi baru. Indonesia bisa menjadi korban banjir produk impor murah jika pemerintah tidak segera mengoreksi aturan perdagangan kita yang terlalu longgar,” ujar Chusnunia di Jakarta, Rabu (9/4).

Hal ini, menurutnya, bisa memperburuk kondisi industri lokal yang sejak lama sudah menghadapi tantangan berat. Dalam rapat bersama Kementerian Perindustrian tahun lalu, sempat dibahas bahwa regulasi impor yang longgar—seperti Peraturan Menteri Perdagangan No. 8/2024—telah memberi jalan mudah bagi masuknya barang-barang asing tanpa pengawasan ketat.

Chusnunia menegaskan pentingnya pemerintah untuk merespons cepat. “Pemerintah harus segera menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menata ulang kebijakan industri dan perdagangan. Ini saatnya momentum krisis global dijadikan peluang untuk melakukan reformasi kebijakan. Aturan yang selama ini membuka keran impor lebar-lebar harus dikaji ulang secara menyeluruh,” tegasnya.

Sebagai Ketua Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif DPP PKB, ia juga menekankan pentingnya sinergi antar kementerian. Menurutnya, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, hingga Kementerian Keuangan harus duduk bersama untuk merumuskan kebijakan yang lebih proaktif.

“Jangan sampai regulasi yang ada justru menjadi bumerang bagi perekonomian kita,” tambahnya.

Untuk solusi jangka pendek, Chusnunia mengusulkan dibentuknya satuan tugas khusus yang akan memantau arus barang masuk dan memastikan industri lokal tetap terlindungi.

“Pengawasan yang ketat dan penegakan hukum yang tegas begitu penting. Kita tidak boleh membiarkan industri dalam negeri kita terpuruk akibat serbuan produk impor,” pungkasnya.(*)

Berita Terbaru

SMARTFREN Bawa Semangat Jagoan Sinyal Se-Indonesia ke Malang

SMARTFREN Bawa Semangat Jagoan Sinyal Se-Indonesia ke Malang

Selasa, 25 Agu 2026 17:08 WIB

Selasa, 25 Agu 2026 17:08 WIB

SMARTFREN RUN Malang 2026 hadirkan 5K Fun Run, komunitas, UMKM, sekaligus penguatan jaringan digital di Malang Raya.…

Domino Bukan Sekadar Permainan, 64 Jurnalis Adu Strategi di Surabaya

Domino Bukan Sekadar Permainan, 64 Jurnalis Adu Strategi di Surabaya

Senin, 24 Agu 2026 20:47 WIB

Senin, 24 Agu 2026 20:47 WIB

Sebanyak 64 jurnalis mengikuti Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 di Surabaya untuk mendorong domino sebagai olahraga prestasi.…

Dari Otomotif hingga Budaya, Ini Rangkaian Acara Agustus di Alam Sutera

Dari Otomotif hingga Budaya, Ini Rangkaian Acara Agustus di Alam Sutera

Selasa, 18 Agu 2026 17:56 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 17:56 WIB

Salah satu pengunjung, Agesha, menilai keberagaman kegiatan membuat suasana pusat perbelanjaan tersebut berbeda selama Agustus.…

Akses Baru Tol Serpong-Balaraja Lulus Uji Laik Fungsi, Kapan Dibuka?

Akses Baru Tol Serpong-Balaraja Lulus Uji Laik Fungsi, Kapan Dibuka?

Selasa, 18 Agu 2026 14:06 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 14:06 WIB

ULFO dilakukan untuk memastikan akses baru memenuhi aspek keselamatan, kelayakan fungsi, dan kesiapan operasional.…

Pelabuhan Maumere Tetap Layani Penumpang dan Kendaraan di Tengah Pemulihan

Pelabuhan Maumere Tetap Layani Penumpang dan Kendaraan di Tengah Pemulihan

Selasa, 18 Agu 2026 09:05 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 09:05 WIB

Pemulihan fasilitas dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan hasil pemeriksaan keselamatan.…

Bareskrim Ungkap Sindikat Emas Ilegal, Dua WN India Diduga Raup Rp3 Triliun dalam 2 Bulan

Bareskrim Ungkap Sindikat Emas Ilegal, Dua WN India Diduga Raup Rp3 Triliun dalam 2 Bulan

Senin, 17 Agu 2026 11:54 WIB

Senin, 17 Agu 2026 11:54 WIB

Penyidik juga menyita 18 keping logam putih dengan berat sekitar 18 kilogram yang disebut sebagai residu proses pengolahan emas.…