GoBanten.com - Fauzan Zidni resmi terpilih sebagai Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia periode 2026–2030 melalui mekanisme aklamasi. Kepemimpinan baru ini dinilai menjadi momentum penting untuk mempercepat pembenahan sektor perfilman nasional, terutama di tengah tantangan regulasi dan daya saing global.
Dalam agenda awalnya, Fauzan menegaskan perlunya reformasi menyeluruh, mulai dari sinkronisasi kebijakan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai industri film Indonesia masih menghadapi sejumlah hambatan struktural, termasuk perlindungan profesi dan kepastian hukum bagi pelaku industri.
“Penguatan ekosistem tidak bisa parsial. Harus ada pembenahan dari hulu ke hilir, termasuk regulasi yang adaptif dan SDM yang kompetitif,” ujar Fauzan usai Kongres IV BPI di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Selain itu, BPI juga akan mendorong kolaborasi lebih luas dengan pemerintah dan pelaku industri global guna membuka akses investasi dan distribusi film Indonesia ke pasar internasional. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan posisi Indonesia dalam peta industri film dunia.
Kongres yang diikuti puluhan anggota tersebut juga menetapkan arah strategis jangka panjang melalui penyusunan Rencana Induk Perfilman Nasional hingga 2045. Dokumen ini akan menjadi fondasi dalam pengembangan industri yang lebih terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan kepemimpinan baru, BPI diharapkan tidak hanya berperan sebagai regulator moral industri, tetapi juga sebagai motor penggerak transformasi perfilman nasional di era digital.
(Deny Pohan)
Editor : Sondang