JAKARTA, GoBanten.com - Preferensi konsumen parfum di Indonesia mulai bergeser. Jika sebelumnya keputusan pembelian banyak ditentukan oleh aroma saat pertama kali disemprotkan, kini masyarakat lebih kritis dalam menilai performa wewangian sepanjang hari.
Perubahan ini dipicu meningkatnya pemahaman konsumen terhadap struktur parfum, mulai dari top notes, middle notes, hingga base notes atau dry-down. Justru pada tahap akhir inilah kualitas parfum dinilai paling akurat, karena menunjukkan kestabilan dan daya tahan aroma di kulit.
Founder Best Perfume Store, Josh Frost, menyebut banyak konsumen masih keliru menilai parfum hanya dari kesan awal.
“Semprotan pertama hanya menunjukkan sebagian kecil karakter parfum. Penilaian terbaik justru muncul setelah beberapa jam pemakaian,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Di negara tropis seperti Indonesia, faktor lingkungan turut memengaruhi performa parfum. Suhu panas, kelembapan tinggi, serta aktivitas harian membuat aroma lebih cepat berubah dibandingkan di negara beriklim sejuk. Kondisi ini mendorong konsumen untuk mencari parfum dengan formulasi yang mampu bertahan lebih lama dan tetap stabil.
Selain itu, karakter kulit setiap individu juga berperan besar. Produksi minyak, suhu tubuh, hingga aktivitas fisik dapat memengaruhi bagaimana aroma berkembang, sehingga parfum yang sama bisa menghasilkan hasil berbeda pada tiap orang.
Fenomena ini membuat pola belanja konsumen ikut berubah. Kini, semakin banyak orang mencoba parfum dalam aktivitas sehari-hari sebelum membeli, untuk memastikan aroma tetap nyaman dan konsisten dari pagi hingga malam.
Industri parfum pun mulai merespons tren tersebut dengan menghadirkan formulasi yang disesuaikan dengan iklim tropis. Fokus tidak lagi hanya pada kekuatan aroma, tetapi juga keseimbangan, kenyamanan, dan ketahanan dalam berbagai kondisi.
Perubahan ini menandai semakin matangnya pasar parfum Indonesia. Konsumen tidak lagi sekadar mencari wangi yang menarik di awal, melainkan pengalaman aroma yang mampu bertahan dan berkembang secara konsisten sepanjang hari. (Deny)
Editor : Sondang