Narkoba

Mengejutkan! Modus Vape hingga Boneka Dipakai Ko Andre untuk Selundupkan Narkoba ke Indonesia

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
DPO Polri Andre Fernando. Foto ist
DPO Polri Andre Fernando. Foto ist

i

GoBanten.com - Penetapan Andre Fernando alias Ko Andre “The Doctor” sebagai buronan (DPO) membuka fakta serius: jaringan narkoba lintas negara diduga jauh lebih besar dan terstruktur daripada yang selama ini terungkap ke publik.

Bareskrim Polri menyebut Ko Andre sebagai salah satu pemasok utama sabu ke wilayah Kota Bima. Namun hingga kini, sosok yang disebut sebagai “distributor besar” itu masih bebas, meski jejak operasinya telah terpetakan jelas.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa Andre menjalankan distribusi melalui jalur darat dan kargo—dua celah lama yang terus berulang dimanfaatkan jaringan narkoba.

“Diduga berperan sebagai distributor yang memasukkan narkoba ke Indonesia melalui jalur darat dan pengiriman kargo,” ujarnya.

Modus Lama, Pengawasan Dipertanyakan

Meski modus penyelundupan terbilang klasik, seperti menyembunyikan sabu dalam boneka atau memanfaatkan kargo, jaringan ini justru menunjukkan adaptasi baru dengan memanfaatkan produk vape berisi zat etomidate yang dikemas menyerupai merek premium.

Fakta bahwa barang-barang tersebut diduga masuk melalui jalur laut dari Malaysia ke Dumai menimbulkan pertanyaan serius terhadap efektivitas pengawasan di pintu-pintu masuk strategis.

Jika jalur yang sama terus digunakan, publik mempertanyakan apakah penindakan hanya menyasar kurir, sementara jalur distribusi utama tetap terbuka.

Terbongkar dari Kurir, Bukan Aktor Utama

Kasus ini terungkap setelah penangkapan dua kurir di apartemen kawasan Tangerang. Namun pola lama kembali terlihat: jaringan besar justru terbuka dari level bawah, bukan dari pengungkapan aktor kunci.

Nama Ko Andre mencuat dari komunikasi dengan bandar lain, Erwin Iskandar alias Ko Erwin. Dari hasil penyidikan, transaksi sabu dalam jumlah kilogram terjadi berulang kali, menandakan kapasitas distribusi yang masif dan terorganisir.

Ironisnya, meski alur distribusi dan aktor-aktor perantara telah teridentifikasi, aktor utama seperti Ko Andre masih belum tertangkap.

Indikasi Jaringan Lebih Luas

Penyidik juga mengungkap adanya upaya pelarian Ko Erwin ke Malaysia melalui jalur laut, yang diduga melibatkan orang-orang suruhan Ko Andre. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa jaringan tersebut memiliki koneksi lintas negara yang solid.

Dengan pola distribusi berulang, jalur yang sama, dan keterlibatan banyak pihak, kasus ini mengindikasikan adanya sistem yang bekerja rapi—bukan sekadar kejahatan sporadis.

Ujian Serius Penegakan Hukum

Hingga kini, keberadaan Ko Andre “The Doctor” belum diketahui. Kondisi ini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum: apakah mampu menembus lapisan atas jaringan, atau kembali terjebak pada penangkapan pelaku lapangan.

Publik kini menunggu langkah konkret—bukan sekadar penetapan DPO—untuk membongkar aktor intelektual di balik peredaran narkoba yang terus berulang dan kian canggih di Indonesia.

Berita Terbaru

HUT ke-22 DPD RI, 89 Pendonor Ikuti Aksi Kemanusiaan di Yogyakarta

HUT ke-22 DPD RI, 89 Pendonor Ikuti Aksi Kemanusiaan di Yogyakarta

Rabu, 21 Okt 2026 10:36 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 10:36 WIB

PMI Kota Yogyakarta memiliki persediaan sekitar 4.200 kantong darah yang melayani sekitar 42 rumah sakit di Kota Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.…

Putusan PK MA dan Sengketa Saham RSIA Family, Pemegang Saham Minoritas Tempuh Jalur Hukum

Putusan PK MA dan Sengketa Saham RSIA Family, Pemegang Saham Minoritas Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 21 Okt 2026 09:42 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:42 WIB

Primaditya menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat keberatan sebelum RUPS digelar dan meminta agar rapat dibatalkan…

Dua Penghargaan Internasional Perkuat Reputasi Terminal Teluk Lamong

Dua Penghargaan Internasional Perkuat Reputasi Terminal Teluk Lamong

Sabtu, 17 Okt 2026 16:30 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 16:30 WIB

Terminal Teluk Lamong meraih dua penghargaan internasional di Singapura, dengan pertumbuhan arus petikemas 12,38 persen hingga Agustus 2026.…

Ledakan Ruko Pasar Cimanggis Tangsel Tewaskan 2 Orang, Tabung Gas 52 Kg Jadi Sorotan

Ledakan Ruko Pasar Cimanggis Tangsel Tewaskan 2 Orang, Tabung Gas 52 Kg Jadi Sorotan

Kamis, 15 Okt 2026 11:31 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 11:31 WIB

Polisi masih perlu memastikan jenis gas yang digunakan, cara penyimpanannya, serta aktivitas yang berlangsung di dalam ruko sebelum peristiwa terjadi.…

145 Warga Serpong Lagoon Kena Muntaber, Sampel Air Ditemukan Bakteri E. coli

145 Warga Serpong Lagoon Kena Muntaber, Sampel Air Ditemukan Bakteri E. coli

Rabu, 14 Okt 2026 09:46 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 09:46 WIB

Kondisi ini menjadi perhatian karena sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan, bahkan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.…

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Perkuat Integrasi dan Digitalisasi

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Perkuat Integrasi dan Digitalisasi

Rabu, 07 Okt 2026 20:52 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:52 WIB

Lima tahun pascamerger Pelindo, Terminal Teluk Lamong mencatat pertumbuhan throughput 64,6 persen pada 2025 dan kini mengelola tiga terminal peti kemas.…