Indonesia Re Dorong Penguatan Riset Risiko Bencana Nasional Lewat Kolaborasi Pemerintah dan Akademisi

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Selain kontribusi teknis, Indonesia Re juga terlibat sebagai ko-inisiator seminar bersama DJPPR dan ITB Foto ist
Selain kontribusi teknis, Indonesia Re juga terlibat sebagai ko-inisiator seminar bersama DJPPR dan ITB Foto ist

i

GoBanten.com - Indonesia Re bersama pemerintah dan kalangan akademisi memperkuat pengembangan pusat riset risiko bencana nasional guna mendukung kebijakan pembiayaan dan transfer risiko bencana di Indonesia.

Upaya tersebut mengemuka dalam International Seminar on Disaster Risk Transfer yang digelar pada 11–12 Februari 2026 di Bandung. Seminar internasional ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung serta didukung oleh World Bank.

Forum tersebut menghadirkan pembuat kebijakan, akademisi, pelaku industri asuransi dan reasuransi, serta praktisi dari berbagai negara untuk membahas penguatan ekosistem Disaster Risk Financing and Insurance (DRFI) di Indonesia. Diskusi difokuskan pada pengembangan pemodelan risiko bencana sebagai dasar kebijakan pembiayaan dan perlindungan risiko nasional.

Dalam forum tersebut, Indonesia Re memaparkan skema transfer risiko berbasis asuransi parametrik untuk bencana gempa bumi dan banjir. Skema tersebut mencakup mekanisme pemicu (trigger), sistem pembayaran klaim (payout), serta dukungan kapasitas reasuransi nasional.

Direktur Teknik dan Operasi Indonesia Re, Delil Khairat, mengatakan penguatan pemodelan risiko menjadi fondasi penting dalam memperkuat kebijakan transfer risiko bencana di Indonesia.

“Melalui pengembangan model risiko nasional dan instrumen transfer risiko yang terintegrasi, Indonesia dapat memperkuat perlindungan fiskal negara dengan memanfaatkan kapasitas nasional sekaligus kolaborasi global,” ujar Delil dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).

Selain kontribusi teknis, Indonesia Re juga terlibat sebagai ko-inisiator seminar bersama DJPPR dan ITB, termasuk mengoordinasikan partisipasi pelaku industri reasuransi nasional maupun global serta mendorong kolaborasi lintas institusi dalam pengembangan pusat riset risiko bencana.

Dalam kesempatan yang sama, ITB juga meluncurkan pusat riset baru, ITB Center for Catastrophic Risk and Finance, yang difokuskan pada pengembangan model risiko bencana nasional secara berkelanjutan. Kehadiran pusat riset ini diharapkan dapat memperkuat basis data dan analisis risiko untuk mendukung kebijakan pembiayaan dan perlindungan bencana yang lebih terukur.

Ke depan, Indonesia Re bersama pemerintah dan mitra strategis akan terus mendorong pemanfaatan hasil riset risiko bencana nasional untuk mendukung pengambilan kebijakan, pengembangan produk perlindungan, serta penguatan industri perasuransian nasional menghadapi risiko bencana yang semakin kompleks.

Berita Terbaru

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, Dewan Pers Ajak Publik Jaga Informasi

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, Dewan Pers Ajak Publik Jaga Informasi

Minggu, 10 Mei 2026 17:07 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 17:07 WIB

Selain memperkuat kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi respons terhadap tantangan disrupsi informasi yang kian kompleks, termasuk maraknya misinformasi.…

Polisi Bongkar Jaringan Judi Online di Jakarta, 275 WNA Jadi Tersangka

Polisi Bongkar Jaringan Judi Online di Jakarta, 275 WNA Jadi Tersangka

Sabtu, 09 Mei 2026 22:09 WIB

Sabtu, 09 Mei 2026 22:09 WIB

Bareskrim Polri kini fokus menelusuri aliran dana yang mencapai miliaran rupiah.…

Band Asal Depok The Morbius Curi Perhatian di Band Academy Indosiar

Band Asal Depok The Morbius Curi Perhatian di Band Academy Indosiar

Sabtu, 09 Mei 2026 22:03 WIB

Sabtu, 09 Mei 2026 22:03 WIB

Musisi Anang Hermansyah menilai perkembangan The Morbius cukup menonjol.…

Fenomena Wisata Medis, Jutaan Warga RI Pilih Berobat ke Luar Negeri

Fenomena Wisata Medis, Jutaan Warga RI Pilih Berobat ke Luar Negeri

Jumat, 08 Mei 2026 20:57 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 20:57 WIB

Dari total sekitar 1 juta pasien per tahun, sekitar 300 ribu di antaranya berasal dari Indonesia.…

UIN Jakarta Gelar Trofeo FORKA 2026, Bukti Pentingnya Work-Life Balance

UIN Jakarta Gelar Trofeo FORKA 2026, Bukti Pentingnya Work-Life Balance

Jumat, 08 Mei 2026 20:46 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 20:46 WIB

Melalui Trofeo FORKA 2026, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan bahwa budaya kerja sehat dapat dibangun lewat aktivitas sederhana namun berdampak.…

Lulu Tobing Tampil Emosional di Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Lulu Tobing Tampil Emosional di Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Jumat, 08 Mei 2026 18:06 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 18:06 WIB

Menurut Kuntz Agus, film ini tidak hanya mengangkat sisi medis Alzheimer, tetapi juga menggambarkan pentingnya momen kebersamaan dalam keluarga.…