Tata Ruang

Belajar dari Negara Maju, Indonesia Diminta Benahi Tata Ruang Nasional

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Badan Sosialisasi MPR RI itu mendorong pemerintah meniru praktik penataan ruang negara-negara maju yang konsisten dan terintegrasi.
Ketua Badan Sosialisasi MPR RI itu mendorong pemerintah meniru praktik penataan ruang negara-negara maju yang konsisten dan terintegrasi.

i

GoBanten.com - Anggota DPD RI dari Nusa Tenggara Timur, Abraham Liyanto, mendesak pemerintah membentuk Kementerian Tata Ruang atau badan setingkat kementerian langsung di bawah presiden. Ia menilai tata ruang nasional “amburadul” akibat tumpang-tindih kewenangan pusat–daerah dan antarinstansi yang memicu konflik lahan serta menggerus kepastian hukum bagi investor.

“Perlu satu komando. Desain tata ruang kementerian dan daerah harus disinkronkan dalam satu peta terintegrasi,” kata Abraham di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Abraham menyoroti praktik di lapangan yang dinilainya kontradiktif: permukiman berdiri bertahun-tahun di kawasan berstatus hutan lindung, tetapi sertifikat tanah tetap terbit. Menurutnya, kondisi itu merugikan masyarakat sekaligus menciptakan ruang bagi spekulan tanah. “Jika tata ruang nasional hingga kabupaten/kota terkoordinasi, ruang bagi mafia tanah akan menyempit dan investasi mendapat kepastian,” ujarnya.

Ia juga mengkritik mekanisme perizinan melalui Kementerian Investasi/BKPM yang mengelola sistem OSS, karena pemerintah provinsi disebut tidak memiliki akses penuh terhadap usulan tata ruang dari kabupaten/kota. Dalam kunjungan kerja, keluhan serupa disebut muncul di sejumlah daerah, termasuk Banten, serta persoalan kewenangan lintas sektor di Labuan Bajo dan Batam.

Ketua Badan Sosialisasi MPR RI itu mendorong pemerintah meniru praktik penataan ruang negara-negara maju yang konsisten dan terintegrasi. “Pembongkaran pabrik atau hotel karena pelanggaran tata ruang yang baru diketahui belakangan adalah bukti kegagalan koordinasi,” katanya.

Berita Terbaru

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, Dewan Pers Ajak Publik Jaga Informasi

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, Dewan Pers Ajak Publik Jaga Informasi

Minggu, 10 Mei 2026 17:07 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 17:07 WIB

Selain memperkuat kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi respons terhadap tantangan disrupsi informasi yang kian kompleks, termasuk maraknya misinformasi.…

Polisi Bongkar Jaringan Judi Online di Jakarta, 275 WNA Jadi Tersangka

Polisi Bongkar Jaringan Judi Online di Jakarta, 275 WNA Jadi Tersangka

Sabtu, 09 Mei 2026 22:09 WIB

Sabtu, 09 Mei 2026 22:09 WIB

Bareskrim Polri kini fokus menelusuri aliran dana yang mencapai miliaran rupiah.…

Band Asal Depok The Morbius Curi Perhatian di Band Academy Indosiar

Band Asal Depok The Morbius Curi Perhatian di Band Academy Indosiar

Sabtu, 09 Mei 2026 22:03 WIB

Sabtu, 09 Mei 2026 22:03 WIB

Musisi Anang Hermansyah menilai perkembangan The Morbius cukup menonjol.…

Fenomena Wisata Medis, Jutaan Warga RI Pilih Berobat ke Luar Negeri

Fenomena Wisata Medis, Jutaan Warga RI Pilih Berobat ke Luar Negeri

Jumat, 08 Mei 2026 20:57 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 20:57 WIB

Dari total sekitar 1 juta pasien per tahun, sekitar 300 ribu di antaranya berasal dari Indonesia.…

UIN Jakarta Gelar Trofeo FORKA 2026, Bukti Pentingnya Work-Life Balance

UIN Jakarta Gelar Trofeo FORKA 2026, Bukti Pentingnya Work-Life Balance

Jumat, 08 Mei 2026 20:46 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 20:46 WIB

Melalui Trofeo FORKA 2026, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan bahwa budaya kerja sehat dapat dibangun lewat aktivitas sederhana namun berdampak.…

Lulu Tobing Tampil Emosional di Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Lulu Tobing Tampil Emosional di Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Jumat, 08 Mei 2026 18:06 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 18:06 WIB

Menurut Kuntz Agus, film ini tidak hanya mengangkat sisi medis Alzheimer, tetapi juga menggambarkan pentingnya momen kebersamaan dalam keluarga.…