GoBanten.com - Suasana hangat dan khidmat menyatu dalam perayaan Imlek Bersama di Wihara Ekayana Arama, Minggu (22/2/2026). Lebih dari 2.000 umat hadir, mengikuti rangkaian ibadah yang dimulai dari pembacaan paritta, dilanjutkan talkshow Dharma bertema refleksi Tahun Kuda Api, hingga doa dan tekad Imlek yang dipimpin anggota Sangha.
Di tengah lantunan doa, perayaan tak hanya menjadi ruang perjumpaan spiritual, tetapi juga momen menata batin dan mempererat kebersamaan. Ketua panitia, Bhikkhu Dhammavaro, menegaskan Imlek dimaknai sebagai refleksi nilai hidup, bukan sekadar tradisi tahunan.
“Momentum Imlek bukan hanya perayaan budaya, tetapi ruang refleksi untuk memperkuat kebajikan, kedisiplinan batin, dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Dalam sesi Dharma, narasumber menyoroti pentingnya keseimbangan antara ikhtiar pribadi dan kebijaksanaan dalam menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, harapan baik tidak datang secara instan, melainkan lahir dari sikap batin yang terlatih.
“Peruntungan tidak semata soal nasib, melainkan hasil dari niat benar, tindakan benar, dan ketekunan menjalankan Dharma,” tuturnya.
Puncak acara ditandai prosesi anggota Sangha memasuki Baktisala, diikuti doa bersama dan ungkapan syukur atas perjalanan setahun terakhir. Sejumlah umat tampak menundukkan kepala, sebagian memejamkan mata, menyerap suasana hening yang sarat makna.
Rangkaian Imlek di wihara tersebut telah berlangsung sejak 16 Februari melalui penyalaan pelita, dilanjutkan ritual Tahun Baru dan Kong Fo Cai Tien. Pengurus wihara berharap perayaan ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi pengingat untuk menghadirkan kebajikan dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Editor : Sondang