Pemkot Tangsel

1.800 Honorer Dirumahkan, Pemkot Tangsel Siapkan Skema Solusi

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sebelumnya, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengonfirmasi bahwa pegawai yang dirumahkan tersebar di berbagai OPD. Foto ist
Sebelumnya, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengonfirmasi bahwa pegawai yang dirumahkan tersebar di berbagai OPD. Foto ist

i

Tangsel - Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan keputusan terkait nasib 1.800 pegawai honorer yang dirumahkan dapat ditetapkan sebelum bulan Ramadan. Kepastian ini dinilai penting untuk memberikan kejelasan bagi para pegawai yang terdampak kebijakan tersebut.

Ketua Komisi I DPRD Tangsel, Ledy MP Butarbutar, mengatakan Pemkot masih melakukan verifikasi data honorer usai rapat bersama sejumlah kepala OPD di DPRD Tangsel, Rabu (4/2/2026).

“Pemerintah Kota meminta waktu sampai sebelum Ramadan untuk bisa menyampaikan keputusan secara resmi kepada DPRD,” ujarnya.

Menurut Ledy, Pemkot menyiapkan dua skema penyelesaian, yakni melalui alih daya (outsourcing) atau Penyedia Jasa Layanan Perorangan (PJLP). Opsi tersebut masih dikaji agar sesuai aturan dan tidak merugikan pegawai. “Apakah melalui outsourcing atau PJLP, ini masih dalam pembahasan,” katanya.

DPRD Tangsel, lanjut Ledy, akan terus mengawal proses tersebut agar hak pegawai tetap terlindungi. “Kami ingin kebijakan yang diambil adil, tidak menyalahi regulasi, dan memberikan kepastian bagi para honorer,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengonfirmasi bahwa pegawai yang dirumahkan tersebar di berbagai OPD, bukan hanya tenaga kesehatan di RSU Serpong Utara. Jumlahnya mencapai 1.800 orang yang tidak lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Ada 1.800 tenaga kerja sukarela yang tidak masuk melalui jalur PPPK karena berbagai alasan, mulai dari administrasi hingga sudah mengikuti seleksi CPNS,” kata Benyamin.

Ia menyatakan Pemkot masih membahas solusi terbaik, termasuk pemenuhan hak gaji pegawai. Benyamin pun meminta para honorer bersabar sambil menunggu keputusan resmi. “Kami sedang mencari jalan keluar dan akan segera menetapkannya,” tuturnya.

Berita Terbaru

Nasib Karier Prof. Dasaad Jadi Perhatian, Dugaan Pengaduan Fiktif Masuk Penyelidikan Polri

Nasib Karier Prof. Dasaad Jadi Perhatian, Dugaan Pengaduan Fiktif Masuk Penyelidikan Polri

Senin, 26 Okt 2026 16:05 WIB

Senin, 26 Okt 2026 16:05 WIB

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, S.H., M.H. mendorong penyidik Bareskrim Polri untuk segera meningkatkan status pemeriksaan.…

Pendaftaran Haji CIMB Niaga Syariah Tumbuh 64 Persen, Layanan Digital Makin Diminati

Pendaftaran Haji CIMB Niaga Syariah Tumbuh 64 Persen, Layanan Digital Makin Diminati

Senin, 26 Okt 2026 15:50 WIB

Senin, 26 Okt 2026 15:50 WIB

Kajian Ruang Bermakna di Surabaya menjadi penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya digelar di Bogor.…

Irman Gusman Minta Muhammadiyah NTT Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Rakyat

Irman Gusman Minta Muhammadiyah NTT Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Rakyat

Minggu, 25 Okt 2026 15:53 WIB

Minggu, 25 Okt 2026 15:53 WIB

Pengembangan UMKM, perluasan akses pendidikan, dan program pemberdayaan sosial perlu berjalan beriringan agar masyarakat memiliki kesempatan lebih besar.…

Febby Rastanty Tuntaskan 7 World Marathon Majors, Lanjutkan Perjalanan Lari di Indonesia

Febby Rastanty Tuntaskan 7 World Marathon Majors, Lanjutkan Perjalanan Lari di Indonesia

Sabtu, 24 Okt 2026 15:58 WIB

Sabtu, 24 Okt 2026 15:58 WIB

Pencapaian tersebut mengantarkan Febby meraih gelar Seven Star Finisher setelah menuntaskan maraton ketujuhnya di Sydney pada 2026.…

HUT ke-22 DPD RI, 89 Pendonor Ikuti Aksi Kemanusiaan di Yogyakarta

HUT ke-22 DPD RI, 89 Pendonor Ikuti Aksi Kemanusiaan di Yogyakarta

Rabu, 21 Okt 2026 10:36 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 10:36 WIB

PMI Kota Yogyakarta memiliki persediaan sekitar 4.200 kantong darah yang melayani sekitar 42 rumah sakit di Kota Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.…

Putusan PK MA dan Sengketa Saham RSIA Family, Pemegang Saham Minoritas Tempuh Jalur Hukum

Putusan PK MA dan Sengketa Saham RSIA Family, Pemegang Saham Minoritas Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 21 Okt 2026 09:42 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:42 WIB

Primaditya menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat keberatan sebelum RUPS digelar dan meminta agar rapat dibatalkan…