Keluarga

Natal Nasional 2025, Akademisi dan Menteri Serukan Penguatan Keluarga

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
“Keluarga adalah ruang pertama pembentukan karakter. Jika keluarga rapuh, jangan berharap bangsa ini kuat,” ujar Parapak. Foto Tri Handiyatno
“Keluarga adalah ruang pertama pembentukan karakter. Jika keluarga rapuh, jangan berharap bangsa ini kuat,” ujar Parapak. Foto Tri Handiyatno

i

Tangerang - Seminar Nasional 2026 yang digelar Universitas Pelita Harapan (UPH) menegaskan kembali peran keluarga sebagai fondasi utama persatuan bangsa di tengah meningkatnya tantangan sosial dan melemahnya ketahanan keluarga. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Natal Nasional 2025 bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.

Seminar yang berlangsung di Auditorium Grand Chapel UPH, Selasa (3/2/2026), diikuti lebih dari 2.000 peserta secara luring dan daring. Forum tersebut menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya penguatan nilai keluarga dalam menghadapi perubahan sosial dan budaya yang cepat.

Rektor UPH Jonathan L. Parapak mengatakan keluarga merupakan institusi pertama dan paling mendasar dalam membentuk karakter serta nilai kebangsaan. Menurutnya, lemahnya keluarga akan berdampak langsung pada ketahanan sosial nasional.

“Keluarga adalah ruang pertama pembentukan karakter. Jika keluarga rapuh, jangan berharap bangsa ini kuat,” ujar Parapak.

Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 yang juga Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menekankan bahwa peringatan Natal Nasional harus melampaui kegiatan seremonial dan diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh masyarakat.

“Natal Nasional tidak boleh berhenti pada seremoni. Harus ada kerja konkret, mulai dari pendidikan, bantuan sosial, hingga pelayanan kemanusiaan,” kata Maruarar.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menilai krisis nilai dalam keluarga berpotensi melemahkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ia mengingatkan bahwa penguasaan teknologi tanpa fondasi karakter akan menimbulkan masalah baru.

“Penguasaan teknologi penting, tetapi tanpa nilai keluarga dan karakter yang kuat, pembangunan SDM tidak akan berkelanjutan,” ujarnya.

Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan, James T. Riady, menambahkan bahwa kekuatan bangsa tidak dibangun dari ambisi individu, melainkan dari keluarga yang sehat dan bertanggung jawab.

“Bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat. Kerusakan relasi keluarga adalah peringatan serius bagi masa depan bangsa,” katanya.

Seminar ini juga dirangkai dengan penyerahan simbolis lima unit ambulans kepada lembaga lintas agama sebagai bagian dari komitmen sosial Natal Nasional 2025. Kegiatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan keluarga dan persatuan nasional.

(Tri Handiyatno)

Berita Terbaru

HUT ke-22 DPD RI, 89 Pendonor Ikuti Aksi Kemanusiaan di Yogyakarta

HUT ke-22 DPD RI, 89 Pendonor Ikuti Aksi Kemanusiaan di Yogyakarta

Rabu, 21 Okt 2026 10:36 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 10:36 WIB

PMI Kota Yogyakarta memiliki persediaan sekitar 4.200 kantong darah yang melayani sekitar 42 rumah sakit di Kota Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.…

Putusan PK MA dan Sengketa Saham RSIA Family, Pemegang Saham Minoritas Tempuh Jalur Hukum

Putusan PK MA dan Sengketa Saham RSIA Family, Pemegang Saham Minoritas Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 21 Okt 2026 09:42 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:42 WIB

Primaditya menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat keberatan sebelum RUPS digelar dan meminta agar rapat dibatalkan…

Dua Penghargaan Internasional Perkuat Reputasi Terminal Teluk Lamong

Dua Penghargaan Internasional Perkuat Reputasi Terminal Teluk Lamong

Sabtu, 17 Okt 2026 16:30 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 16:30 WIB

Terminal Teluk Lamong meraih dua penghargaan internasional di Singapura, dengan pertumbuhan arus petikemas 12,38 persen hingga Agustus 2026.…

Ledakan Ruko Pasar Cimanggis Tangsel Tewaskan 2 Orang, Tabung Gas 52 Kg Jadi Sorotan

Ledakan Ruko Pasar Cimanggis Tangsel Tewaskan 2 Orang, Tabung Gas 52 Kg Jadi Sorotan

Kamis, 15 Okt 2026 11:31 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 11:31 WIB

Polisi masih perlu memastikan jenis gas yang digunakan, cara penyimpanannya, serta aktivitas yang berlangsung di dalam ruko sebelum peristiwa terjadi.…

145 Warga Serpong Lagoon Kena Muntaber, Sampel Air Ditemukan Bakteri E. coli

145 Warga Serpong Lagoon Kena Muntaber, Sampel Air Ditemukan Bakteri E. coli

Rabu, 14 Okt 2026 09:46 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 09:46 WIB

Kondisi ini menjadi perhatian karena sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan, bahkan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.…

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Perkuat Integrasi dan Digitalisasi

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Perkuat Integrasi dan Digitalisasi

Rabu, 07 Okt 2026 20:52 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:52 WIB

Lima tahun pascamerger Pelindo, Terminal Teluk Lamong mencatat pertumbuhan throughput 64,6 persen pada 2025 dan kini mengelola tiga terminal peti kemas.…