Krisis Sampah Tangsel

TPA Dadakan Menjamur, Status Darurat Sampah Tangsel Dinilai Tak Efektif

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Krisis sampah di Tangerang Selatan dikhawatirkan berkembang menjadi bencana lingkungan yang berdampak jangka panjang bagi ekosistem perkotaan dan kesehatan warga. Foto HB
Krisis sampah di Tangerang Selatan dikhawatirkan berkembang menjadi bencana lingkungan yang berdampak jangka panjang bagi ekosistem perkotaan dan kesehatan warga. Foto HB

i

TANGSEL, GoBanten.com -Krisis sampah di Kota Tangerang Selatan kian menimbulkan ancaman serius bagi lingkungan hidup. Meski status tanggap darurat penanganan sampah diperpanjang hingga 19 Januari 2026, tumpukan sampah masih mencemari bantaran Kali Angke, ruang publik, hingga lahan kosong milik pengembang di kawasan Serpong.

Sampah plastik dan limbah rumah tangga terlihat menggunung di bantaran Kali Angke, berpotensi mencemari aliran sungai dan memperparah risiko banjir saat musim hujan. Selain mencederai ekosistem sungai, tumpukan sampah tersebut juga memicu bau menyengat dan menjadi sarang vektor penyakit.

“Sampah ini sudah lama ada. Sempat diangkut, tapi numpuk lagi. Kalau hujan, sebagian hanyut ke kali,” ujar Oday (36), warga sekitar bantaran Kali Angke, Senin (19/1/2026).

Pencemaran juga terjadi di Jalan JPG, Lengkong Gudang Timur, Serpong. Tumpukan sampah ditemukan di depan lahan milik pengembang BSD, berjarak dekat dengan SDN Lengkong Gudang Timur.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan bagi anak-anak sekolah akibat paparan bau busuk dan potensi penyebaran bakteri. “Baunya menyengat, apalagi siang hari. Ini jelas berbahaya buat lingkungan dan anak-anak,” kata Budi, warga setempat.

Krisis ini diperparah oleh terbatasnya ruang pengelolaan sampah setelah sejumlah daerah mitra, seperti Kabupaten Bogor dan Serang, menghentikan sementara kerja sama pengiriman sampah dari Tangsel. Akibatnya, pembuangan liar kian marak dan mengancam kualitas tanah, air, dan udara.

Kementerian Lingkungan Hidup telah menurunkan tim percepatan penanganan sampah dengan sekitar 150 personel ke seluruh kecamatan. Namun, pemerhati lingkungan menilai langkah darurat tidak akan cukup tanpa pengurangan sampah dari sumbernya, penguatan fasilitas pengolahan, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembuangan ilegal.

Tanpa pembenahan menyeluruh, krisis sampah di Tangerang Selatan dikhawatirkan berkembang menjadi bencana lingkungan yang berdampak jangka panjang bagi ekosistem perkotaan dan kesehatan warga. (HB)

Berita Terbaru

Nasib Karier Prof. Dasaad Jadi Perhatian, Dugaan Pengaduan Fiktif Masuk Penyelidikan Polri

Nasib Karier Prof. Dasaad Jadi Perhatian, Dugaan Pengaduan Fiktif Masuk Penyelidikan Polri

Senin, 26 Okt 2026 16:05 WIB

Senin, 26 Okt 2026 16:05 WIB

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, S.H., M.H. mendorong penyidik Bareskrim Polri untuk segera meningkatkan status pemeriksaan.…

Pendaftaran Haji CIMB Niaga Syariah Tumbuh 64 Persen, Layanan Digital Makin Diminati

Pendaftaran Haji CIMB Niaga Syariah Tumbuh 64 Persen, Layanan Digital Makin Diminati

Senin, 26 Okt 2026 15:50 WIB

Senin, 26 Okt 2026 15:50 WIB

Kajian Ruang Bermakna di Surabaya menjadi penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya digelar di Bogor.…

Irman Gusman Minta Muhammadiyah NTT Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Rakyat

Irman Gusman Minta Muhammadiyah NTT Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Rakyat

Minggu, 25 Okt 2026 15:53 WIB

Minggu, 25 Okt 2026 15:53 WIB

Pengembangan UMKM, perluasan akses pendidikan, dan program pemberdayaan sosial perlu berjalan beriringan agar masyarakat memiliki kesempatan lebih besar.…

Febby Rastanty Tuntaskan 7 World Marathon Majors, Lanjutkan Perjalanan Lari di Indonesia

Febby Rastanty Tuntaskan 7 World Marathon Majors, Lanjutkan Perjalanan Lari di Indonesia

Sabtu, 24 Okt 2026 15:58 WIB

Sabtu, 24 Okt 2026 15:58 WIB

Pencapaian tersebut mengantarkan Febby meraih gelar Seven Star Finisher setelah menuntaskan maraton ketujuhnya di Sydney pada 2026.…

HUT ke-22 DPD RI, 89 Pendonor Ikuti Aksi Kemanusiaan di Yogyakarta

HUT ke-22 DPD RI, 89 Pendonor Ikuti Aksi Kemanusiaan di Yogyakarta

Rabu, 21 Okt 2026 10:36 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 10:36 WIB

PMI Kota Yogyakarta memiliki persediaan sekitar 4.200 kantong darah yang melayani sekitar 42 rumah sakit di Kota Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.…

Putusan PK MA dan Sengketa Saham RSIA Family, Pemegang Saham Minoritas Tempuh Jalur Hukum

Putusan PK MA dan Sengketa Saham RSIA Family, Pemegang Saham Minoritas Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 21 Okt 2026 09:42 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:42 WIB

Primaditya menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat keberatan sebelum RUPS digelar dan meminta agar rapat dibatalkan…