Pemkot Tangsel

Aksi Buang Sampah ke Kantor Wali Kota Tangsel Viral, Kinerja Pemkot dan DPRD Disorot

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aksi buang sampah ke kantor wali kota pun menjadi simbol keras kekecewaan warga atas pelayanan publik yang gagal. Foto ist
Aksi buang sampah ke kantor wali kota pun menjadi simbol keras kekecewaan warga atas pelayanan publik yang gagal. Foto ist

i

CIPUTAT, GoBanten.com - Aksi protes warga dengan menumpuk sampah di depan Kantor Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi potret telanjang kegagalan pemerintah daerah mengelola krisis sampah. Sejumlah pemuda membuang tumpukan sampah ke akses masuk gerbang Kantor Wali Kota di Jalan Maruga, Ciputat, Jumat (26/12/2025), sebagai bentuk perlawanan atas pembiaran persoalan yang berlarut-larut.

Dalam video yang viral di media sosial, para pemuda tampak memunguti sampah dari berbagai titik, lalu meletakkannya tepat di pintu masuk pusat pemerintahan. Tumpukan sampah plastik menutup sebagian akses kantor, sementara petugas keamanan hanya berjaga tanpa tindakan tegas.

Aksi tersebut segera menuai dukungan luas dari warga dan pengendara yang mengaku telah berada di ambang kesabaran. Sampah yang menumpuk hampir sebulan terakhir dinilai mencederai kesehatan lingkungan dan mengganggu aktivitas publik.
“Udah ditaroin sampah kayak gini, kalau wali kotanya nggak melek juga parah banget sumpah,” ucap seorang perempuan dalam rekaman video yang beredar luas.

Dukungan juga mengalir deras dari warganet. Banyak yang menilai aksi itu sebagai bentuk kritik paling nyata terhadap pemerintah yang dianggap gagal menjalankan fungsi pelayanan dasar. “Mantap. Pingin ikutan buang sampah ke sana juga,” tulis akun @riri_artakusuma.

Kondisi darurat pengelolaan sampah di Tangsel telah berlangsung sekitar satu bulan. Tumpukan sampah tak hanya memenuhi kawasan permukiman padat, tetapi juga meluber ke bahu-bahu jalan utama, memicu keresahan dan ancaman kesehatan masyarakat.

Pengamat Kebijakan Publik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak, menilai aksi warga tersebut merupakan reaksi wajar atas buruknya tata kelola pemerintahan daerah. Menurutnya, krisis sampah adalah indikator gagalnya komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan prinsip good governance. “Tata kelola sampah di Tangsel yang amburadul menunjukkan ketidakprofesionalan pemerintah daerah. Ini bukan persoalan teknis semata, tapi kegagalan manajerial,” ujar Zaki, Senin (29/12/2025).

Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak bisa dibebankan hanya kepada pihak eksekutif. Lemahnya fungsi pengawasan DPRD Tangsel turut berkontribusi pada memburuknya situasi, karena peringatan dan kontrol tidak dilakukan sejak dini. “DPRD sering kali tidak efektif menjalankan fungsi pengawasan. Banyak persoalan baru ditangani ketika sudah viral atau memuncak,” katanya.

Zaki bahkan menyinggung dugaan praktik tidak sehat di tubuh legislatif daerah. Ia menyebut, dalam sejumlah kasus, terdapat oknum DPRD yang justru ikut bermain dalam persoalan pengelolaan proyek, termasuk yang berkaitan dengan sektor persampahan.
“Dalam beberapa kasus, oknum DPRD ikut terlibat dalam praktik bagi-bagi proyek, baik untuk pembiayaan partai politik maupun kepentingan korupsi personal,” ungkapnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Tangsel menyatakan tengah menuntaskan kerja sama pembuangan sampah ke wilayah Serang dan Bogor. Pemkot juga telah menetapkan status Tanggap Darurat Pengelolaan Sampah melalui Keputusan Wali Kota Nomor 600.1.17.3/Kep.500-Huk/2025 sebagai dasar percepatan penanganan.

Namun, langkah darurat tersebut dinilai publik terlambat dan bersifat reaktif. Aksi buang sampah ke kantor wali kota pun menjadi simbol keras kekecewaan warga atas pelayanan publik yang gagal memenuhi kebutuhan paling dasar: lingkungan yang bersih dan sehat. (HB)

 

Berita Terbaru

Banjir dan Longsor di Sumatera, Sultan Minta Pemerintah Percepat Rehabilitasi

Banjir dan Longsor di Sumatera, Sultan Minta Pemerintah Percepat Rehabilitasi

Jumat, 11 Sep 2026 19:10 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 19:10 WIB

Posisi Sumatera berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka dan Samudera Hindia perlu dimanfaatkan melalui pembentukan koridor ekonomi.…

Operasi SAR Hari Keempat, Pencarian Delapan Korban Speed Boat Diperluas di Selat Sunda

Operasi SAR Hari Keempat, Pencarian Delapan Korban Speed Boat Diperluas di Selat Sunda

Jumat, 11 Sep 2026 18:57 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 18:57 WIB

Al Amrad menegaskan faktor keselamatan tetap menjadi perhatian selama proses pencarian.…

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Berlanjut, Jurnalis Gelar Doa Bersama

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Berlanjut, Jurnalis Gelar Doa Bersama

Jumat, 11 Sep 2026 11:02 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 11:02 WIB

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk dukungan moral kepada keluarga dan kerabat para korban yang masih menunggu kabar di tengah operasi pencarian.…

Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Anak Krakatau, Pencarian Terus Dilakukan

Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Anak Krakatau, Pencarian Terus Dilakukan

Selasa, 08 Sep 2026 22:20 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 22:20 WIB

Ketua PFI Dwi Pambudo mengatakan keselamatan jurnalis dan awak kapal menjadi perhatian utama dalam operasi pencarian.…

Abu Vulkanik Anak Krakatau Berdampak, 26 Desa di Anyer-Cinangka Dapat Masker

Abu Vulkanik Anak Krakatau Berdampak, 26 Desa di Anyer-Cinangka Dapat Masker

Senin, 07 Sep 2026 19:38 WIB

Senin, 07 Sep 2026 19:38 WIB

Sebanyak 26 desa di Kecamatan Anyer dan Cinangka mendapat bantuan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.…

Album Bittersweet Sheryl Sheinafia Bawa Cerita Cinta, Luka, dan Ketidakpastian

Album Bittersweet Sheryl Sheinafia Bawa Cerita Cinta, Luka, dan Ketidakpastian

Senin, 07 Sep 2026 19:33 WIB

Senin, 07 Sep 2026 19:33 WIB

Bittersweet hadir sebagai karya yang personal sekaligus merefleksikan pengalaman emosional yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.…