JAKARTA, GoBanten.com -Ridwan Kamil mantan Gubernur Jawa Barat, akhirnya buka suara setelah menjalani pemeriksaan klarifikasi selama hampir enam jam di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (2/12/2025). Ia hadir memenuhi undangan penyidik terkait penyelidikan dugaan aliran dana iklan di BUMD PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (Bank BJB).
Kepada wartawan, Ridwan Kamil menyebut momen klarifikasi ini sudah lama ia tunggu karena ingin meluruskan berbagai spekulasi publik yang berkembang. Ia mengatakan kehadirannya merupakan bentuk kepatuhan terhadap hukum sekaligus tanggung jawab sebagai warga negara.
“Saya sangat bahagia karena ini momen yang ditunggu berbulan-bulan untuk melakukan klarifikasi. Hari ini saya memberikan keterangan seluas-luasnya sebagai penghormatan pada supremasi hukum dan tanggung jawab sebagai anak bangsa,” ujarnya seusai pemeriksaan.
Ridwan Kamil kemudian menjelaskan hubungan gubernur dengan BUMD, termasuk Bank BJB. Menurutnya, seluruh aksi korporasi berada di bawah kewenangan direksi, komisaris, dan biro pengawas BUMD. Gubernur hanya menerima laporan jika ada hal khusus yang perlu disampaikan.
“Saya tidak mengetahui perkara dana iklan ini. Dalam tupoksi, aksi korporasi dilakukan teknis BUMD. Gubernur baru tahu jika dilaporkan oleh direksi, komisaris, atau kepala biro BUMD,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa selama masa jabatannya, tidak ada satu pun dari tiga unsur pelapor tersebut yang pernah menyampaikan informasi mengenai dugaan aliran dana iklan. Karena itu, ia memastikan dirinya tidak mengetahui, tidak terlibat, dan tidak menerima manfaat apa pun dari isu yang diselidiki.
“Semua unsur itu tidak pernah memberi laporan. Jadi kalau ditanya apakah saya tahu, saya tidak tahu. Apalagi terlibat atau menikmati hasilnya,” tegasnya.
Ridwan Kamil berharap klarifikasi yang ia sampaikan dapat meredakan berbagai persepsi liar yang berkembang. Ia menilai penyampaian langsung di hadapan penyidik adalah ruang yang tepat untuk memperjelas duduk perkara.
“Mudah-mudahan klarifikasi ini membuat spekulasi yang terbangun selama ini menjadi lebih jelas,” katanya.
Soal isu dana nonbujeter yang sempat ramai dibahas publik, Ridwan Kamil kembali menegaskan bahwa hal tersebut tidak berkaitan dengan perkara yang kini ditelaah KPK.
“Karena saya tidak mengetahui perkara ini, maka semua yang pernah ramai itu adalah dana pribadi. Tidak ada hubungannya dengan yang dimaksud oleh penyidik,” ungkapnya.
Editor : Sondang