JAKARTA, GoBanten.com -Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung, menegaskan pentingnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai langkah koreksi atas pola pembangunan yang selama puluhan tahun terpusat di satu wilayah. Penegasan tersebut disampaikannya dalam rapat kerja bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang digelar pada Jumat (28/11/2025).
Menurut Tamsil, IKN harus mencerminkan paradigma baru pembangunan yang berkeadilan, berorientasi lingkungan, serta memberikan manfaat langsung bagi daerah sekitar. Ia menekankan bahwa arah baru tersebut tetap harus dibangun dengan disiplin fiskal agar proyek pembangunan tidak melampaui kemampuan keuangan negara.
Tamsil menilai posisi IKN yang berada di jantung ekologi Nusantara menjadikan aspek lingkungan sebagai unsur penting dalam setiap keputusan pembangunan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini akan bergantung pada kemampuan menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam.
Selain itu, ia mengingatkan agar IKN tidak berkembang sebagai kawasan eksklusif, tetapi mampu menjadi pusat pertumbuhan yang menyebar kepada daerah seperti Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, hingga Penajam Paser Utara. Pembangunan IKN, menurutnya, harus dirancang untuk memperkuat pemerataan dan membuka peluang perkembangan bagi kawasan timur Indonesia.
Tamsil juga melihat pembangunan IKN sebagai momentum reformasi tata kelola pemerintahan nasional. Ia menyebut desain kota yang hijau dan terencana dapat menjadi model bagi pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan responsif terhadap aspirasi daerah.
Dari sisi lingkungan, ia menyoroti pentingnya menjaga hutan, sungai, dan biodiversitas Kalimantan sebagai penyangga ekologi dunia. Ia menegaskan bahwa pembangunan IKN harus menghormati fungsi ekologis kawasan tersebut.
Dalam kegiatan yang dihadiri 36 anggota DPD dari Subwilayah Timur I, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono memaparkan perkembangan pembangunan, termasuk rencana pembangunan kompleks parlemen dan kantor DPD RI. Basuki juga menjelaskan bahwa penanaman pohon menjadi bagian dari budaya baru di IKN, dengan 3,9 juta pohon telah ditanam di area 5.130 hektare.
Basuki menambahkan bahwa pemerintah telah menetapkan IKN sebagai ibu kota politik pada 2028, sesuai Perpres 79/2025. Penetapan tersebut, katanya, menjadi landasan konstitusional untuk memperkuat pembangunan IKN ke depan.
Editor : Sondang