TANGSEL, GoBanten.com -Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Selatan tahun 2026 dipastikan mengalami penurunan signifikan. Rancangan APBD yang semula diproyeksikan sebesar Rp5,4 triliun terkoreksi menjadi sekitar Rp4 triliun lebih, setelah transfer dari pemerintah pusat dan provinsi berkurang sebesar Rp510 miliar.
“Yang tadinya kita desain APBD 2026 itu Rp5,4 triliun, tapi dengan terkoreksi Rp510 miliar menjadi Rp4 triliun,” ujar Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, Jumat (21/11/2025).
Penyesuaian anggaran tersebut membuat Pemkot Tangsel harus mengurangi berbagai pos belanja, mulai dari hibah, makan minum, perjalanan dinas, hingga kegiatan luar negeri. Penundaan pembayaran gaji pegawai selama dua bulan dan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 6 persen juga menjadi bagian dari kebijakan efisiensi.
“Pilihan saya hanya menyesuaikan belanja. Pendapatan sudah tidak bisa dinaikkan lagi karena waktu,” jelas Benyamin.
Di tengah tekanan fiskal itu, Benyamin memastikan bahwa perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Tangsel pada 26 November 2025 akan digelar secara sederhana. Kegiatan seremonial berskala besar yang sebelumnya menjadi tradisi kini dikurangi dan diarahkan menjadi program yang langsung dapat dirasakan masyarakat.
“Perayaan-perayaan seremoni HUT Tangsel jauh dikurangi. Rangkaiannya nanti santunan yatim, pengajian di wilayah, bazar murah, pernikahan massal—jadi kegiatan yang betul-betul dinikmati masyarakat,” katanya.
Meski ada penundaan gaji, Benyamin menegaskan hak pegawai tetap terjaga. “Gaji mereka utuh nanti diterima. Saya hanya menunda saja, tidak memotong,” tegasnya.
Pembatasan juga dilakukan pada mobilitas pejabat, termasuk pengurangan jumlah tim pembina haji daerah dari delapan orang menjadi maksimal empat. Pemkot Tangsel menargetkan seluruh penyesuaian dapat memenuhi koreksi anggaran senilai Rp510 miliar tanpa mengganggu pelayanan publik.
“Antara lain banyak lagi yang kita koreksi supaya memenuhi angka Rp510 miliar,” tutup Benyamin.
Editor : Sondang