Pemkot Tangsel

APBD Tangerang Selatan 2024 Defisit, Ini Klarifikasi Pemkot dan BKAD

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Lebih dari 75 persen APBD digunakan untuk belanja publik seperti barang/jasa, bansos, hibah, dan belanja modal. Foto ist
Lebih dari 75 persen APBD digunakan untuk belanja publik seperti barang/jasa, bansos, hibah, dan belanja modal. Foto ist

i

TANGSEL, GoBanten.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) merespons isu transparansi anggaran yang ramai diperbincangkan publik usai beredarnya laporan keuangan setebal 520 halaman di media sosial. Klarifikasi disampaikan oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Tangsel, Minggu (21/9/2025).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKAD Tangsel, Heru Agus Santoso, menjelaskan bahwa APBD 2024 memang mencatat defisit sebesar Rp190,35 miliar. Angka tersebut muncul karena target pendapatan daerah sebesar Rp4,57 triliun lebih rendah dibanding belanja daerah yang mencapai Rp4,76 triliun.

Namun, menurut Heru, kondisi keuangan tetap terkendali lantaran defisit ditutupi oleh Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya yang berjumlah Rp220,35 miliar. “Defisit sudah diproyeksikan sejak awal, dan pada 2025 Pemkot masih menyisakan SILPA Rp110,29 miliar,” ujarnya.

Heru mengungkapkan, faktor utama defisit adalah tingginya usulan program dari perangkat daerah, baik hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun forum OPD. Meski demikian, deviasi pendapatan daerah dari target hanya 1,66 persen. Dari Rp4,57 triliun yang ditargetkan, realisasi mencapai Rp4,49 triliun atau 98,34 persen.

Terkait sorotan publik mengenai dominasi belanja pegawai, BKAD memastikan porsinya masih aman. Belanja pegawai tahun 2024 tercatat Rp1,30 triliun atau 24,95 persen, di bawah ambang batas 30 persen sesuai Permendagri No. 15 Tahun 2023. “Selebihnya, lebih dari 75 persen APBD digunakan untuk belanja publik seperti barang/jasa, bansos, hibah, dan belanja modal,” tegas Heru.

Untuk mencegah defisit berulang, BKAD menyusun strategi optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), pengendalian belanja, serta penajaman kembali kegiatan OPD. Evaluasi juga dilakukan dalam penyusunan APBD 2025 dengan mengedepankan efisiensi sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

“Ketidakseimbangan di 2024 menjadi pemicu perbaikan di tahun anggaran berikutnya. Prinsipnya, Pemkot Tangsel berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan demi kepercayaan publik,” tutup Heru.

Berita Terbaru

Update Tol Jakarta–Tangerang: Penutupan Lajur Hingga Awal Juni, Ini Titiknya

Update Tol Jakarta–Tangerang: Penutupan Lajur Hingga Awal Juni, Ini Titiknya

Senin, 25 Mei 2026 10:00 WIB

Senin, 25 Mei 2026 10:00 WIB

Sejumlah titik pekerjaan tersebar di antaranya kawasan KM 9 hingga KM 23 arah Jakarta, serta KM 14 hingga KM 20 arah Tangerang.…

Ajang MTQ Internasional 2026 Perkuat Harmoni Antarbangsa dan Budaya

Ajang MTQ Internasional 2026 Perkuat Harmoni Antarbangsa dan Budaya

Minggu, 24 Mei 2026 17:25 WIB

Minggu, 24 Mei 2026 17:25 WIB

Kiprah pemuda masjid perlu diarahkan untuk memperkuat harmoni antaragama, budaya, dan bangsa.…

Volvo EX90 Meluncur di Indonesia, Perkuat Tren SUV Listrik Premium Berbasis Teknologi Cerdas

Volvo EX90 Meluncur di Indonesia, Perkuat Tren SUV Listrik Premium Berbasis Teknologi Cerdas

Kamis, 21 Mei 2026 22:34 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 22:34 WIB

Tak hanya soal performa, EX90 juga menonjolkan pengalaman berkendara berbasis digital.…

Bank Jakarta Menang Indonesia Best CSR Awards 2026, Ini Program Unggulannya

Bank Jakarta Menang Indonesia Best CSR Awards 2026, Ini Program Unggulannya

Kamis, 21 Mei 2026 21:04 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 21:04 WIB

Penghargaan ini sekaligus menegaskan posisi Bank Jakarta sebagai salah satu institusi perbankan yang aktif mendorong praktik bisnis berkelanjutan.…

Daihatsu Gelar Kumpul Sahabat Serentak 2026 di Seluruh Indonesia

Daihatsu Gelar Kumpul Sahabat Serentak 2026 di Seluruh Indonesia

Rabu, 20 Mei 2026 19:42 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 19:42 WIB

Kepercayaan dari pelanggan menjadi energi bagi Daihatsu untuk terus berinovasi.…

Dari 326 Desa, Baru 27 KDMP Rampung di Serang, Ini Strategi Pemkab

Dari 326 Desa, Baru 27 KDMP Rampung di Serang, Ini Strategi Pemkab

Minggu, 17 Mei 2026 11:33 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 11:33 WIB

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, dari total 326 desa di 29 kecamatan, masih terdapat 134 desa yang belum memiliki lahan untuk pembangunan KDMP.…