JAKARTA, GoBanten.com - Tren film horor Indonesia kembali bergerak ke arah cerita berbasis pengalaman nyata, salah satunya melalui film Petaka Gunung Welirang yang mengangkat kisah pendakian berujung teror mistis. Film produksi Starvision ini menawarkan sudut pandang berbeda dengan menggabungkan horor alam, budaya lokal, dan dinamika psikologis para pendaki.
Disutradarai Indra Gunawan, film ini berangkat dari pengalaman nyata yang kemudian dikembangkan menjadi cerita tentang lima sahabat yang mendaki Gunung Welirang menjelang Malam 1 Suro. Momentum tersebut dikenal sarat nilai spiritual dalam tradisi Jawa, sehingga memperkuat nuansa mistis yang menjadi benang merah cerita.
Baca juga: 103 Karya Seni Rupa Dipamerkan, FORWAN Dukung Kemajuan Seni Indonesia
Konflik utama muncul saat tiga tokoh tersesat di kawasan Alas Lali Jiwo, lokasi yang digambarkan penuh misteri dan diyakini memiliki dimensi berbeda. Teror yang muncul tidak hanya bersifat visual, tetapi juga psikologis, mulai dari suara gamelan tanpa sumber hingga kemunculan sosok-sosok gaib yang menguji mental para karakter.
Baca juga: Para Perasuk Jadi Film Terbaik FFH April 2026, Anggun dan Aming Borong Penghargaan
Produser Chand Parwez Servia menyebut film ini tidak sekadar menjual ketegangan, tetapi juga emosi yang dekat dengan penonton. “Ada lapisan cerita tentang persahabatan dan keputusan dalam situasi ekstrem, sehingga horor yang dihadirkan terasa lebih personal,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Sementara itu, sutradara Indra Gunawan menekankan pentingnya keaslian suasana dengan melakukan pengambilan gambar di lokasi yang merepresentasikan jalur pendakian asli. Menurutnya, kombinasi antara kondisi alam yang ekstrem dan kepercayaan lokal menjadi elemen penting dalam membangun atmosfer film.
Baca juga: Cerita Lonceng Keramat dan Penebok Jadi Daya Tarik Film The Bell
Dibintangi sejumlah aktor muda, film ini mencerminkan pergeseran genre horor Indonesia yang kini lebih berani mengeksplorasi cerita survival dan mitologi lokal. Petaka Gunung Welirang dijadwalkan tayang mulai 2 Juli 2026 dan diproyeksikan menarik minat penonton yang menyukai horor dengan sentuhan realitas dan budaya.
Editor : Sondang