TANGERANG, GoBanten.com - Konsep hunian yang menggabungkan ruang terbuka hijau, pencahayaan alami, dan fasilitas aktivitas bersama mulai menjadi bagian dari perkembangan kawasan permukiman di Tangerang. Pendekatan tersebut terlihat pada pengembangan cluster terbaru Sutera Rasuna, RYIL, yang mengusung konsep Green-Yard Living in the Tropics.
RYIL menjadi cluster kelima di kawasan Sutera Rasuna setelah YMMA, KOZA, VOLA, dan PHILO. Konsep hunian ini menempatkan inner courtyard sebagai salah satu elemen desain untuk menciptakan ruang terbuka di dalam lingkungan rumah.
Kehadiran ruang hijau tersebut dirancang untuk memperkuat hubungan antara area dalam dan luar rumah. Desainnya juga diarahkan untuk memaksimalkan masuknya cahaya alami serta sirkulasi udara sehingga ruang hunian tidak sepenuhnya bergantung pada area tertutup.
Direktur Pemasaran Alam Sutera Group Lilia S. Sukotjo mengatakan konsep tersebut disusun dengan mempertimbangkan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin memperhatikan kesehatan, kedekatan dengan alam, dan aktivitas komunitas.
“RYIL kami hadirkan dengan melihat tren gaya hidup masa kini, di mana masyarakat semakin memperhatikan kesehatan, kedekatan dengan alam, dan kehidupan berkomunitas,” ujar Lilia, Senin (21/9/2026).
Selain ruang hijau, RYIL menyediakan fasilitas olahraga berupa padel court. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari pendekatan kawasan yang menggabungkan tempat tinggal dengan ruang aktivitas fisik dan interaksi sosial.
Hunian di RYIL tersedia dalam lima pilihan tipe dengan luas tanah mulai 50 hingga 168 meter persegi dan luas bangunan 51 hingga 133 meter persegi. Sejumlah tipe mengoptimalkan area belakang rumah dan inner courtyard sebagai ruang tambahan untuk aktivitas penghuni.
Dari sisi konektivitas, kawasan ini berada di sekitar sejumlah akses transportasi dan fasilitas perkotaan. Akses menuju Gerbang Tol Pinang 2 disebut dapat ditempuh kurang dari 10 menit, sedangkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar 20 menit.
Pengembangan kawasan juga tidak hanya bergantung pada fasilitas di dalam cluster. Sejumlah pusat perbelanjaan, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, serta rencana pengembangan infrastruktur transportasi di sekitar Alam Sutera menjadi bagian dari ekosistem perkotaan yang menopang kawasan permukiman tersebut.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa desain hunian mulai bergerak dari sekadar efisiensi bangunan menuju pengelolaan ruang yang memperhatikan unsur alam, aktivitas fisik, dan kebutuhan interaksi penghuni.
Editor : Sondang