Gus Hilmy Desak Hentikan Pelatihan Koperasi Usai 5 Peserta Meninggal

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gus Hilmy menyoroti ketidaksesuaian metode pelatihan fisik ekstrem dengan kebutuhan dunia kerja koperasi.
Gus Hilmy menyoroti ketidaksesuaian metode pelatihan fisik ekstrem dengan kebutuhan dunia kerja koperasi.

i

YOGYAKARTA, GoBanten.com - Tragedi meninggalnya peserta pelatihan calon manajer koperasi desa memicu sorotan serius terhadap standar keselamatan kerja dan metode pelatihan di Indonesia. Anggota DPD RI dari DIY, Hilmy Muhammad, mendesak penghentian sementara program tersebut menyusul bertambahnya korban jiwa.

Dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026), pria yang akrab disapa Gus Hilmy itu menilai pendekatan pelatihan berbasis kemiliteran tidak relevan dengan kebutuhan kompetensi manajerial koperasi. Ia menegaskan bahwa kematian lima peserta merupakan indikasi adanya kelalaian serius dalam sistem penyelenggaraan.

“Program ini harus dihentikan sementara dan diaudit total. Tidak masuk akal pelatihan manajer justru berujung pada hilangnya nyawa,” tegasnya.

Gus Hilmy menyoroti ketidaksesuaian metode pelatihan fisik ekstrem dengan kebutuhan dunia kerja koperasi yang seharusnya menitikberatkan pada kemampuan manajemen, kepemimpinan, dan strategi bisnis. Ia menilai pendekatan militeristik dalam sektor sipil berpotensi menimbulkan risiko besar jika tidak disertai standar keselamatan ketat.

Selain itu, ia mempertanyakan prosedur seleksi kesehatan peserta yang dinilai krusial namun diduga diabaikan. Menurutnya, pelatihan dengan intensitas tinggi seharusnya didahului dengan pemeriksaan medis menyeluruh guna mencegah risiko fatal.

Lebih jauh, Gus Hilmy mendesak Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi untuk segera melakukan audit investigatif terhadap legalitas dan standar operasional program tersebut. Ia juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan kelalaian yang menyebabkan korban jiwa.

“Jika terbukti ada pelanggaran, sanksi tegas harus diberikan. Ini menyangkut nyawa manusia dan tidak boleh dianggap sepele,” ujarnya.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa pengembangan sumber daya manusia, terutama di sektor ekonomi kerakyatan, harus mengedepankan prinsip keselamatan, profesionalitas, dan kesesuaian metode pelatihan dengan kebutuhan kompetensi yang sesungguhnya.

Berita Terbaru

Industri Otomotif RI Perlu Kebijakan Inklusif di Era Elektrifikasi

Industri Otomotif RI Perlu Kebijakan Inklusif di Era Elektrifikasi

Senin, 29 Jun 2026 22:21 WIB

Senin, 29 Jun 2026 22:21 WIB

GAIKINDO menilai kebijakan ke depan perlu menjangkau seluruh jenis teknologi, tidak hanya kendaraan listrik berbasis baterai.…

Ribuan Anak Yatim dan Dhuafa di Serang Dapat Bantuan Tunai dan Perlengkapan Sekolah

Ribuan Anak Yatim dan Dhuafa di Serang Dapat Bantuan Tunai dan Perlengkapan Sekolah

Senin, 29 Jun 2026 21:59 WIB

Senin, 29 Jun 2026 21:59 WIB

Setiap anak menerima bantuan berupa uang tunai Rp450 ribu, tas sekolah, dan kaos, dengan total anggaran mencapai Rp675 juta.…

Mubes XIII Tetapkan Sultan Najamudin sebagai Ketum TP Sriwijaya

Mubes XIII Tetapkan Sultan Najamudin sebagai Ketum TP Sriwijaya

Sabtu, 27 Jun 2026 19:14 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:14 WIB

Dalam sambutannya, Sultan menegaskan komitmennya untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus mengakselerasi kontribusi nyata bagi daerah asal.…

Liburan Sekolah Makin Seru, Summer Splash 2026 Ramaikan Mall Alam Sutera

Liburan Sekolah Makin Seru, Summer Splash 2026 Ramaikan Mall Alam Sutera

Jumat, 26 Jun 2026 09:27 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 09:27 WIB

Summer Splash dirancang sebagai destinasi keluarga yang interaktif dan berkelanjutan sepanjang liburan.…

Backlog Rp1,7 Triliun, DPR Minta Program Rusun Keagamaan Tak Dihentikan

Backlog Rp1,7 Triliun, DPR Minta Program Rusun Keagamaan Tak Dihentikan

Kamis, 25 Jun 2026 22:40 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 22:40 WIB

Sudjatmiko menegaskan bahwa pembangunan rusun keagamaan tidak hanya berfungsi sebagai hunian, tetapi juga memperkuat peran lembaga keagamaan.…

Pegadaian CPS Pondok Aren Perkuat ESG Lewat Santunan Yatim dan Dhuafa di Tangsel

Pegadaian CPS Pondok Aren Perkuat ESG Lewat Santunan Yatim dan Dhuafa di Tangsel

Kamis, 25 Jun 2026 20:16 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:16 WIB

Pemimpin Cabang Pegadaian CPS Pondok Aren, Cepi Kurnia Nugraha, menegaskan program ini merupakan wujud tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat sekitar…