GoBanten.com - Anggota DPD RI Provinsi Banten, Ade Yuliasih, menyerap aspirasi jajaran BNNP Banten dalam kunjungan reses di kantor lembaga tersebut di Kota Serang. Pertemuan menyoroti penurunan anggaran serta sejumlah kendala operasional yang dinilai berpotensi menghambat upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika di wilayah Banten.
Kepala BNNP Banten, Rohmad Nursahid, memaparkan bahwa pemangkasan anggaran tahun ini mencapai 52 persen. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan program, mulai dari patroli, penyidikan kasus, hingga penguatan layanan rehabilitasi.
“Anggaran BNN dipangkas sebesar 52 persen untuk tahun ini. BNNK di Banten baru ada tiga—Cilegon, Tangerang, dan Tangerang Selatan—dari delapan kota/kabupaten yang seharusnya. Kami terus mengoptimalkan kinerja di tengah keterbatasan ini. Kami juga berharap BNN Banten dapat menjadi bagian dari Forkopimda agar koordinasi dan konsolidasi lebih efektif,” ujar Rohmad.
Selain persoalan anggaran, BNNP Banten juga menyoroti belum adanya peraturan gubernur yang mengatur dukungan kebijakan anggaran, minimnya jumlah BNN kabupaten/kota, belum tersedianya balai rehabilitasi tingkat provinsi, serta keterbatasan sumber daya manusia.
Menanggapi hal tersebut, Ade Yuliasih menilai persoalan anggaran merupakan tantangan mendasar yang perlu perhatian serius pemerintah daerah. Ia mendorong kepala daerah di Banten memperkuat kolaborasi melalui program bersama, hibah pendanaan, serta dukungan regulasi.
“Saya melihat dari pemaparan jajaran BNNP Banten, persoalan utamanya adalah keterbatasan anggaran yang berdampak langsung pada pelaksanaan tugas. Bahkan untuk patroli dan penyidikan kasus masih terkendala. Ini menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera ditangani,” tegas Ade.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan peran BNN dalam menjaga kualitas generasi muda. Menurutnya, target pembangunan jangka panjang tidak akan tercapai tanpa perlindungan serius terhadap ancaman narkotika.
“Bagaimana kita ingin mewujudkan Indonesia Emas jika program pencegahan narkoba tidak maksimal? Jika generasi kita rusak karena narkoba, tentu cita-cita itu sulit terwujud,” katanya.
Usai pertemuan, Ade bersama jajaran Sekretariat Kantor DPD RI Provinsi Banten mengikuti tes urine narkoba dengan hasil negatif. Ia mengajak masyarakat menjalani pola hidup sehat serta mendukung upaya BNN dalam memberantas peredaran narkotika.
“Ayo hidup sehat, jauhi narkoba, dan dukung BNN dalam memberantas narkoba,” pungkasnya.
Editor : Sondang