Ritual Adat Toraja

Pandji Pragiwaksono: “Proses Adat Toraja Bantu Saya Jadi Pribadi Lebih Baik”

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Komika Pandji Pragiwaksono. Foto ist
Komika Pandji Pragiwaksono. Foto ist

i

GoBanten.com - Komika Pandji Pragiwaksono mengikuti persidangan adat di Tongkonan Layuk Kaero, Sangalla, Selasa (10/2/2026), menyusul polemik materi candaan dalam pertunjukan Mesakke Bangsaku (2013) yang menyinggung tradisi kematian Rambu Solo’ di Toraja. Sidang adat ini difasilitasi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan dihadiri perwakilan 32 wilayah adat di Toraja.

Dalam forum tersebut, Pandji mengakui kesalahan dan mendengarkan pandangan masyarakat adat. “Saya merasa sangat terhormat menjadi bagian dari prosesi pemulihan keharmonisan yang begitu indah dan luhur,” ujarnya. Ia berharap proses ini membantunya menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat diterima kembali di Toraja.

Ketua AMAN Toraja, Romba Marannu Sombolinggi, menekankan bahwa sidang adat bukan sekadar untuk Pandji. “Kami juga menyampaikan permintaan maaf atas berbagai hal yang tidak seharusnya terjadi dalam dinamika kemarin, termasuk ucapan atau sikap yang menyinggung,” katanya.

Para hakim adat menilai polemik tersebut muncul akibat ketidaktahuan, sehingga penyelesaian paling tepat adalah melalui musyawarah terbuka dan kolektif. Sekretaris Tongkonan Kada, Daud Pangarungan, menegaskan, “Hukum adat Toraja bicara tentang pemulihan. Yang diterapkan bukan denda, melainkan alat pemulihan.”

Sebagai bentuk tanggung jawab, Pandji diwajibkan menyerahkan satu ekor babi dan lima ekor ayam, yang akan diproses dalam ritual adat pada Rabu (11/2/2026).

Menurut Daud, mekanisme ini bertujuan memulihkan hubungan manusia dengan sesama, alam, leluhur, dan Sang Pencipta.

Kuasa hukum Pandji, Haris Azhar, menilai proses ini autentik dan bisa menjadi rujukan bagi penyelesaian sengketa budaya lainnya. “Ini menunjukkan kekuatan Masyarakat Adat dalam menyelesaikan masalahnya sendiri, yang difasilitasi AMAN,” ujarnya.

Sidang adat Toraja ini menegaskan prinsip restorative justice, menekankan pemulihan dan dialog daripada hukuman, sebagai alternatif penyelesaian konflik budaya yang sensitif.

Berita Terbaru

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Perkuat Integrasi dan Digitalisasi

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Perkuat Integrasi dan Digitalisasi

Rabu, 07 Okt 2026 20:52 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:52 WIB

Lima tahun pascamerger Pelindo, Terminal Teluk Lamong mencatat pertumbuhan throughput 64,6 persen pada 2025 dan kini mengelola tiga terminal peti kemas.…

Apa Arti Kudus dalam Alkitab? Ini Makna dan Kaitannya dengan Kehidupan

Apa Arti Kudus dalam Alkitab? Ini Makna dan Kaitannya dengan Kehidupan

Sabtu, 03 Okt 2026 22:44 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 22:44 WIB

Salah satu contoh yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah Sabat.…

BINUS Terapkan Experiential Learning Lewat LBFest 2026

BINUS Terapkan Experiential Learning Lewat LBFest 2026

Jumat, 02 Okt 2026 22:50 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 22:50 WIB

Selain aktivitas jual beli, LBFest 2026 menghadirkan komunitas dan pelaku ekosistem bisnis.…

Perkuat Layanan Kapal, TTL Kembangkan Zona EAZI dan Integrasi Digital

Perkuat Layanan Kapal, TTL Kembangkan Zona EAZI dan Integrasi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 16:06 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 16:06 WIB

TTL bersama KSOP Utama Tanjung Perak mengevaluasi penerapan Zona EAZI dan memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kapal.…

Aritmia Terdeteksi pada 164 Peserta Skrining EKG, Kenali Gejalanya

Aritmia Terdeteksi pada 164 Peserta Skrining EKG, Kenali Gejalanya

Kamis, 01 Okt 2026 23:01 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 23:01 WIB

Salah satu jenis aritmia yang perlu mendapat perhatian adalah fibrilasi atrium atau atrial fibrillation (AF).…

Yoga di Area Hotel, Aktivitas Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Tubuh dan Pikiran

Yoga di Area Hotel, Aktivitas Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Tubuh dan Pikiran

Minggu, 27 Sep 2026 20:54 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 20:54 WIB

Yoga di area hotel merupakan salah satu contoh bagaimana ruang hospitality dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang lebih bermakna.…