GoBanten.com - SETARA Institute menyoroti masih tingginya kasus kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia, menyusul sejumlah laporan terbaru yang kembali mencuat di beberapa kampus besar.
Peneliti SETARA Institute, Harkirtan Kaur, menyebut data yang ada menunjukkan kekerasan seksual masih menjadi kasus dominan di lingkungan kampus dan membutuhkan penanganan yang lebih serius. “Regulasi sudah ada, tetapi implementasi dan pengawasan di lapangan masih perlu diperkuat,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Sementara itu, Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, menegaskan pentingnya transformasi tata kelola kampus melalui konsep Inclusive University Governance. Menurutnya, pendekatan ini diperlukan untuk memastikan kampus menjadi ruang aman yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi.
SETARA juga mendorong pemerintah memperkuat peran kementerian terkait dalam memastikan implementasi aturan pencegahan kekerasan di perguruan tinggi berjalan efektif dan konsisten di seluruh Indonesia.
(Tri Handiyatno)
Editor : Sondang
Berita Terbaru
Senin, 31 Agu 2026 12:27 WIB
Senin, 31 Agu 2026 12:27 WIB
Selain layanan klinis, RS Toto Tentrem tengah menyiapkan Cancer Vaccine Research and Development Center.…
Senin, 31 Agu 2026 12:10 WIB
Senin, 31 Agu 2026 12:10 WIB
Cerita dalam lagu kemudian divisualisasikan melalui video musik dengan pendekatan sinematik bernuansa drama Korea.…
Minggu, 30 Agu 2026 12:31 WIB
Minggu, 30 Agu 2026 12:31 WIB
Dalam cerita, Srikandi digambarkan sebagai sosok perempuan pemberani yang berupaya mengumpulkan pasukan untuk menghadapi penindasan.…
Jumat, 28 Agu 2026 12:35 WIB
Jumat, 28 Agu 2026 12:35 WIB
EXCOTEL Surabaya menggandeng LVRI dalam Mixology with Veteran, mengajak 10 veteran meracik Wedang Jawi sambil berbagi cerita perjuangan.…
Kamis, 27 Agu 2026 12:20 WIB
Kamis, 27 Agu 2026 12:20 WIB
CEO PT Sasana Jiwa Rufina Novalita mengatakan Jakarta One Running Series dirancang agar dapat diikuti berbagai kalangan.…
Rabu, 26 Agu 2026 12:17 WIB
Rabu, 26 Agu 2026 12:17 WIB
Pada babak grand final, peserta akan dinilai oleh musisi dan pelaku industri, yakni Tohpati, Pongky Barata, Helena Idol, dan Brenda Yivabelle.…