Pendidikan

Presiden Kumpulkan 1.200 Rektor dan Guru Besar, DPR Soroti Mahal UKT dan Mutu Pendidikan Tinggi

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Langkah Presiden Prabowo patut diapresiasi, tetapi yang lebih penting adalah hasilnya. Foto ist
Langkah Presiden Prabowo patut diapresiasi, tetapi yang lebih penting adalah hasilnya. Foto ist

i

JAKARTA, GoBanten.com -Langkah Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan sekitar 1.200 rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi dinilai sebagai sinyal serius pemerintah untuk membenahi pendidikan tinggi.

Namun, publik dan parlemen mengingatkan, forum besar tersebut harus melahirkan kebijakan nyata, bukan sekadar seremoni.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, menyebut pertemuan itu strategis karena melibatkan aktor kunci penentu arah pendidikan tinggi nasional.

Meski demikian, ia menegaskan tantangan utama yang harus dijawab pemerintah adalah mahalnya biaya kuliah dan ketimpangan kualitas antarperguruan tinggi.

“Langkah Presiden Prabowo patut diapresiasi, tetapi yang lebih penting adalah hasilnya. Rektor dan guru besar adalah pilar pendidikan tinggi, dan suara mereka harus diterjemahkan menjadi kebijakan konkret,” kata Lalu Hadrian, Kamis (15/1/2026).

Ia menyoroti Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang kian membebani mahasiswa dan keluarga. Menurutnya, tanpa intervensi serius negara, akses pendidikan tinggi akan semakin sempit dan berpotensi memperlebar kesenjangan sosial.

Pertemuan tersebut, kata Lalu Hadrian, seharusnya menjadi ruang dialog dua arah yang substantif. Presiden dapat menyampaikan visi besar pembangunan pendidikan tinggi, sementara para akademisi menyampaikan persoalan riil di kampus, mulai dari pembiayaan, kualitas dosen, hingga daya saing global.

“Forum ini harus menjadi ruang komunikasi yang jujur dan kritis. Presiden menyampaikan arah kebijakan, rektor dan guru besar menyampaikan fakta lapangan berbasis keilmuan,” ujarnya.

Legislator asal Daerah Pemilihan NTB II itu berharap isu biaya pendidikan menjadi perhatian utama. Ia mendorong agar pemerintah benar-benar menekan UKT tanpa mengorbankan mutu pendidikan.

“Kita ingin biaya pendidikan semakin terjangkau, tapi kualitas juga harus naik. Dua hal ini tidak boleh dipertentangkan,” tegasnya.

Lebih jauh, Lalu Hadrian menilai pertemuan dengan para pimpinan perguruan tinggi seharusnya tidak bersifat insidental. Ia mendorong agar dialog antara Presiden dan komunitas akademik dijadikan agenda rutin agar kebijakan pendidikan tinggi tidak terputus dari realitas kampus.

“Kalau hanya sekali, dampaknya akan terbatas. Tapi jika rutin, ini bisa menjadi fondasi kebijakan pendidikan tinggi yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” pungkasnya.

Berita Terbaru

HUT ke-22 DPD RI, 89 Pendonor Ikuti Aksi Kemanusiaan di Yogyakarta

HUT ke-22 DPD RI, 89 Pendonor Ikuti Aksi Kemanusiaan di Yogyakarta

Rabu, 21 Okt 2026 10:36 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 10:36 WIB

PMI Kota Yogyakarta memiliki persediaan sekitar 4.200 kantong darah yang melayani sekitar 42 rumah sakit di Kota Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.…

Putusan PK MA dan Sengketa Saham RSIA Family, Pemegang Saham Minoritas Tempuh Jalur Hukum

Putusan PK MA dan Sengketa Saham RSIA Family, Pemegang Saham Minoritas Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 21 Okt 2026 09:42 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:42 WIB

Primaditya menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat keberatan sebelum RUPS digelar dan meminta agar rapat dibatalkan…

Dua Penghargaan Internasional Perkuat Reputasi Terminal Teluk Lamong

Dua Penghargaan Internasional Perkuat Reputasi Terminal Teluk Lamong

Sabtu, 17 Okt 2026 16:30 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 16:30 WIB

Terminal Teluk Lamong meraih dua penghargaan internasional di Singapura, dengan pertumbuhan arus petikemas 12,38 persen hingga Agustus 2026.…

Ledakan Ruko Pasar Cimanggis Tangsel Tewaskan 2 Orang, Tabung Gas 52 Kg Jadi Sorotan

Ledakan Ruko Pasar Cimanggis Tangsel Tewaskan 2 Orang, Tabung Gas 52 Kg Jadi Sorotan

Kamis, 15 Okt 2026 11:31 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 11:31 WIB

Polisi masih perlu memastikan jenis gas yang digunakan, cara penyimpanannya, serta aktivitas yang berlangsung di dalam ruko sebelum peristiwa terjadi.…

145 Warga Serpong Lagoon Kena Muntaber, Sampel Air Ditemukan Bakteri E. coli

145 Warga Serpong Lagoon Kena Muntaber, Sampel Air Ditemukan Bakteri E. coli

Rabu, 14 Okt 2026 09:46 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 09:46 WIB

Kondisi ini menjadi perhatian karena sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan, bahkan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.…

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Perkuat Integrasi dan Digitalisasi

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Perkuat Integrasi dan Digitalisasi

Rabu, 07 Okt 2026 20:52 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:52 WIB

Lima tahun pascamerger Pelindo, Terminal Teluk Lamong mencatat pertumbuhan throughput 64,6 persen pada 2025 dan kini mengelola tiga terminal peti kemas.…