Pilkada

Wacana Pilkada DPRD Berhadapan dengan Kehendak Mayoritas Rakyat

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wacana pilkada melalui DPRD. Foto ilustrasi
Wacana pilkada melalui DPRD. Foto ilustrasi

i

JAKARTA, GoBanten.com - Wacana pengembalian pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali mendapat penolakan luas dari publik. Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan mayoritas warga, lintas pilihan politik dan generasi, tidak menghendaki kepala daerah dipilih secara tidak langsung.

Survei yang dikutip dari ANTARA, Rabu (7/1/2026), dilakukan terhadap 1.200 responden dengan metode multistage random sampling. Pengambilan data berlangsung pada 19–20 Oktober 2025 dengan margin of error sebesar 2,9 persen.

Hasilnya, 66,1 persen responden menyatakan kurang setuju hingga sangat tidak setuju terhadap wacana pilkada melalui DPRD. Sebaliknya, hanya 28,6 persen responden yang menyatakan setuju atau sangat setuju terhadap perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah tersebut.

Penolakan ini bersifat lintas spektrum politik. Responden yang pada Pilpres 2024 memilih Prabowo Subianto, Anies Baswedan, maupun Ganjar Pranowo, menunjukkan sikap serupa: menolak pilkada tidak langsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa preferensi terhadap sistem pilkada tidak terikat pada afiliasi politik elektoral sebelumnya.

Polarisasi generasi pun tidak tampak dalam isu ini. LSI mencatat penolakan datang dari seluruh kelompok usia, mulai dari generasi Baby Boomer hingga Generasi Z. Artinya, keberatan terhadap pilkada via DPRD bukan semata nostalgia politik masa lalu, melainkan aspirasi lintas generasi yang masih menginginkan hak memilih pemimpin daerah secara langsung.

Peneliti Senior LSI Denny JA, Ardian Sopa, menilai angka penolakan tersebut signifikan dan tidak bisa dipandang sebagai gejala sesaat.
“Angka ini bukan angka yang kecil, tetapi merupakan angka yang masif dan sistemik,” ujar Ardian.

Penolakan juga relatif merata di berbagai segmen sosial. Baik responden laki-laki maupun perempuan, warga desa maupun perkotaan, serta masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah-atas, menunjukkan kecenderungan yang sama dalam menyikapi wacana tersebut.

Temuan survei ini menjadi sinyal kuat bagi pembuat kebijakan bahwa gagasan mengubah mekanisme pilkada berpotensi berhadapan langsung dengan kehendak mayoritas publik. Di tengah perdebatan soal efisiensi biaya politik dan stabilitas pemerintahan daerah, aspirasi warga tampak masih berpihak pada prinsip kedaulatan pemilih.

Dengan tingkat penolakan yang konsisten di hampir semua kelompok masyarakat, wacana pilkada melalui DPRD berisiko memicu resistensi publik apabila dipaksakan tanpa konsensus luas. Survei LSI ini sekaligus menegaskan bahwa demokrasi lokal, bagi banyak warga, masih dipahami sebagai hak memilih yang tidak ingin dikembalikan ke tangan elite politik daerah.

Berita Terbaru

FKS Food Hidupkan Kembali Cerita Produk Legendaris Lewat Kreasi Chef

FKS Food Hidupkan Kembali Cerita Produk Legendaris Lewat Kreasi Chef

Minggu, 06 Sep 2026 20:22 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 20:22 WIB

CEO FKS Food Gerry Mustika mengatakan perusahaan terus mengembangkan produk melalui inovasi dan menjaga kualitas agar tetap memiliki daya saing.…

Perkusi Tradisional Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar di Panggung Dunia

Perkusi Tradisional Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar di Panggung Dunia

Sabtu, 05 Sep 2026 20:32 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 20:32 WIB

Menurut Fadli, keberlangsungan IDP Fest selama 10 tahun menunjukkan bahwa musik perkusi memiliki ruang yang kuat untuk pengembangan talenta.…

Laut Bercerita Tembus Kompetisi Utama Busan International Film Festival

Laut Bercerita Tembus Kompetisi Utama Busan International Film Festival

Jumat, 04 Sep 2026 20:39 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 20:39 WIB

Laut Bercerita diadaptasi dari novel berjudul sama karya Leila S. Chudori.…

Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan Rp326 Miliar ke 2.388 Pedagang Pasar

Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan Rp326 Miliar ke 2.388 Pedagang Pasar

Rabu, 02 Sep 2026 14:01 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 14:01 WIB

Pasar Induk Kramat Jati menjadi salah satu kawasan yang memiliki potensi pembiayaan besar.…

Ruth Sahanaya Comeback Setelah 8 Tahun, Rilis EP Terbaru “Merindu”

Ruth Sahanaya Comeback Setelah 8 Tahun, Rilis EP Terbaru “Merindu”

Rabu, 02 Sep 2026 13:56 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 13:56 WIB

Selain rilisan digital, “Merindu” juga akan tersedia dalam format vinyl edisi terbatas.…

100 Pedagang Pasar Kramat Jati Dapat Akses Kredit Bank Jakarta

100 Pedagang Pasar Kramat Jati Dapat Akses Kredit Bank Jakarta

Rabu, 02 Sep 2026 11:06 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 11:06 WIB

Hingga saat ini, pembiayaan Bank Jakarta di Pasar Induk Kramat Jati telah mencapai plafon sekitar Rp48 miliar untuk 167 pedagang…