Jalur Disabilitas

Trotoar Serpong Viral, Jalur Difabel Cuma Dicat

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas secara tegas mewajibkan pemerintah daerah menghadirkan aksesibilitas yang aman, layak, dan mudah digunakan bagi semua warga negara. Ist
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas secara tegas mewajibkan pemerintah daerah menghadirkan aksesibilitas yang aman, layak, dan mudah digunakan bagi semua warga negara. Ist

i

SERPONG, GoBanten.com - Klaim pemerintah soal fasilitas publik ramah difabel kembali diuji. Kali ini, trotoar di Jalan Raya Serpong, tepat di depan SMAN 2 dan SMPN 8 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menjadi sasaran kritik tajam publik setelah viral di media sosial.

Pemicunya adalah sebuah video yang memperlihatkan jalur pemandu penyandang disabilitas netra hanya berupa garis cat kuning memanjang di tengah trotoar, tanpa ubin pemandu bertekstur atau guiding block sebagaimana standar aksesibilitas. Video itu diunggah akun Tangsel Info pada Jumat (26/12/2025) dan langsung menuai reaksi keras warganet.

Publik menilai pengecatan tersebut tidak lebih dari sekadar kosmetik. Pasalnya, garis cat sama sekali tidak memiliki fungsi taktil yang dibutuhkan tunanetra untuk bernavigasi secara aman menggunakan tongkat atau telapak kaki.

Ironisnya, sehari setelah video itu ramai diperbincangkan, warna garis kuning di trotoar tersebut justru berubah menjadi abu-abu. Perubahan cepat itu bukan meredam polemik, melainkan menambah tanda tanya: apakah proyek ini memang dirancang serius atau sekadar reaksi atas viralnya kritik publik?

Kolom komentar media sosial pun dipenuhi kecaman. Banyak warganet menyebut penerapan jalur difabel itu terkesan asal-asalan dan menunjukkan minimnya empati terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. “Kalau cuma dicat, itu jalur buat siapa? Tunanetra mana bisa pakai?” tulis salah satu pengguna media sosial.

Padahal, secara hukum, kewajiban menyediakan fasilitas publik yang ramah disabilitas bukan sekadar imbauan. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas secara tegas mewajibkan pemerintah daerah menghadirkan aksesibilitas yang aman, layak, dan mudah digunakan bagi semua warga negara, tanpa kecuali.

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa kegiatan di lokasi tersebut bukan pembangunan baru, melainkan hanya pengecatan ulang fasilitas lama. “Pembangunan fasilitas itu dilakukan tahun 2014. Tahun ini kegiatannya hanya pengecatan ulang karena kondisinya sudah kusam dan kurang estetik,” ujar Arlan Marzan.

Ia mengakui bahwa pemasangan guiding block sesuai standar belum dilakukan dan baru akan direncanakan pada tahun anggaran berikutnya. “Untuk pemasangan guiding block akan diprogramkan pada tahun depan,” katanya.

Namun, penjelasan tersebut justru memantik kritik lanjutan. Publik mempertanyakan mengapa aspek estetika didahulukan, sementara fungsi keselamatan dan aksesibilitas bagi difabel kembali ditunda.
Kasus trotoar Jalan Raya Serpong ini menjadi cermin persoalan klasik pembangunan fasilitas publik: indah dipandang, tapi belum tentu berpihak pada semua warga.

Sorotan ini sekaligus menjadi alarm bagi pemerintah agar tidak lagi menjadikan hak penyandang disabilitas sebagai proyek pelengkap, melainkan sebagai prioritas utama dalam setiap perencanaan ruang publik.

Berita Terbaru

HUT ke-22 DPD RI, 89 Pendonor Ikuti Aksi Kemanusiaan di Yogyakarta

HUT ke-22 DPD RI, 89 Pendonor Ikuti Aksi Kemanusiaan di Yogyakarta

Rabu, 21 Okt 2026 10:36 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 10:36 WIB

PMI Kota Yogyakarta memiliki persediaan sekitar 4.200 kantong darah yang melayani sekitar 42 rumah sakit di Kota Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.…

Putusan PK MA dan Sengketa Saham RSIA Family, Pemegang Saham Minoritas Tempuh Jalur Hukum

Putusan PK MA dan Sengketa Saham RSIA Family, Pemegang Saham Minoritas Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 21 Okt 2026 09:42 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:42 WIB

Primaditya menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat keberatan sebelum RUPS digelar dan meminta agar rapat dibatalkan…

Dua Penghargaan Internasional Perkuat Reputasi Terminal Teluk Lamong

Dua Penghargaan Internasional Perkuat Reputasi Terminal Teluk Lamong

Sabtu, 17 Okt 2026 16:30 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 16:30 WIB

Terminal Teluk Lamong meraih dua penghargaan internasional di Singapura, dengan pertumbuhan arus petikemas 12,38 persen hingga Agustus 2026.…

Ledakan Ruko Pasar Cimanggis Tangsel Tewaskan 2 Orang, Tabung Gas 52 Kg Jadi Sorotan

Ledakan Ruko Pasar Cimanggis Tangsel Tewaskan 2 Orang, Tabung Gas 52 Kg Jadi Sorotan

Kamis, 15 Okt 2026 11:31 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 11:31 WIB

Polisi masih perlu memastikan jenis gas yang digunakan, cara penyimpanannya, serta aktivitas yang berlangsung di dalam ruko sebelum peristiwa terjadi.…

145 Warga Serpong Lagoon Kena Muntaber, Sampel Air Ditemukan Bakteri E. coli

145 Warga Serpong Lagoon Kena Muntaber, Sampel Air Ditemukan Bakteri E. coli

Rabu, 14 Okt 2026 09:46 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 09:46 WIB

Kondisi ini menjadi perhatian karena sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan, bahkan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.…

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Perkuat Integrasi dan Digitalisasi

Lima Tahun Bersama Pelindo, Terminal Teluk Lamong Perkuat Integrasi dan Digitalisasi

Rabu, 07 Okt 2026 20:52 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:52 WIB

Lima tahun pascamerger Pelindo, Terminal Teluk Lamong mencatat pertumbuhan throughput 64,6 persen pada 2025 dan kini mengelola tiga terminal peti kemas.…