Kuliner

Dari Drama ke Meja Makan, Street Food Korea Kian Digemari di Tangerang

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Meningkatnya popularitas kuliner Korea tidak terlepas dari kuatnya pengaruh budaya Korea di Indonesia.
Meningkatnya popularitas kuliner Korea tidak terlepas dari kuatnya pengaruh budaya Korea di Indonesia.

i

TANGERANG, GoBanten.com -Tren kuliner Korea di Indonesia terus menunjukkan perkembangan, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya populer Korea Selatan. Fenomena tersebut tercermin dari hadirnya berbagai konsep makanan jalanan khas Korea atau Korean street snacks di sejumlah pusat perbelanjaan, salah satunya melalui pembukaan gerai Dak Daebak di Supermal Karawaci, Tangerang, Rabu (17/12/2025).

Kehadiran Dak Daebak menambah ragam pilihan kuliner Korea yang dapat diakses masyarakat, khususnya bagi pengunjung pusat perbelanjaan. Konsep yang diusung mengadaptasi sajian makanan jalanan Korea yang dikenal luas di negara asalnya, baik dari segi penyajian maupun cita rasa saus khas yang menyertainya. Dalam pengembangannya, menu disusun bersama koki asal Korea, Narae Hahn, untuk menjaga karakter rasa yang merujuk pada resep tradisional.

Meningkatnya popularitas kuliner Korea tidak terlepas dari kuatnya pengaruh budaya Korea di Indonesia. Berdasarkan Survei Hallyu Luar Negeri 2024 yang dirilis Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan (MCST), Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat ketertarikan tertinggi terhadap Korea, dengan persentase mencapai 86,3 persen. Data tersebut turut menjelaskan tingginya minat masyarakat terhadap makanan khas Korea.

Head of Business and Strategy Development Dak Daebak, Rizki Ardhiwan, menyebut bahwa kuliner Korea kini tidak hanya dilihat sebagai tren sesaat, melainkan bagian dari gaya hidup urban, terutama di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, pengembangan menu dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara cita rasa khas Korea dan preferensi konsumen lokal.

Gerai Dak Daebak di Supermal Karawaci dirancang dengan konsep street-style yang terinspirasi dari suasana kawasan jajanan di Korea Selatan. Tampilan visual didominasi warna-warna kontras dan pencahayaan yang mencolok, mencerminkan karakter makanan jalanan yang identik dengan suasana kasual dan cepat saji.

Korean Chef Narae Hahn menilai kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner Korea kepada masyarakat yang lebih luas. Ia menekankan pentingnya menjaga keaslian rasa sekaligus menyesuaikan penyajian agar dapat diterima oleh konsumen lintas budaya.

Sejumlah menu yang disajikan mencakup olahan ayam khas Korea, seperti dakgangjeong dengan berbagai varian saus, serta dakkocchi atau sate ayam khas Korea yang disajikan dalam bentuk tusuk. Menu-menu tersebut mencerminkan karakter makanan jalanan Korea yang praktis, namun kaya rasa.

Selain variasi menu, sistem pemesanan di gerai ini juga mengadopsi konsep penyesuaian porsi berdasarkan berat makanan yang dipilih, serta opsi penggabungan beberapa varian menu dalam satu sajian. Pendekatan ini dinilai memberikan fleksibilitas bagi konsumen dalam menentukan pilihan sesuai selera.

Ke depan, pengembangan kuliner Korea di Indonesia diperkirakan akan terus berlanjut, seiring kuatnya pengaruh budaya Korea dan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap pengalaman kuliner lintas negara. Kehadiran konsep street snacks menjadi salah satu indikator dinamika tersebut di sektor kuliner perkotaan.

Berita Terbaru

Man Sinner Luncurkan “Bumi Menangis (Unplugged)” sebagai Respons Bencana Banjir di Sumatra dan Aceh

Man Sinner Luncurkan “Bumi Menangis (Unplugged)” sebagai Respons Bencana Banjir di Sumatra dan Aceh

Senin, 12 Jan 2026 10:16 WIB

Senin, 12 Jan 2026 10:16 WIB

Video klip lagu ini menampilkan kompilasi visual banjir di berbagai daerah di Indonesia.…

Peredaran Tramadol Marak di Tangsel, Kinerja Kapolres Tangsel AKBP Boy Jumalolo Dipertanyakan!

Peredaran Tramadol Marak di Tangsel, Kinerja Kapolres Tangsel AKBP Boy Jumalolo Dipertanyakan!

Senin, 12 Jan 2026 09:59 WIB

Senin, 12 Jan 2026 09:59 WIB

CIPUTAT, GoBanten.com -Praktik penjualan obat keras ilegal di kawasan Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, kembali menjadi sorotan publik. Sebuah kios kecil di…

Kasus Pajak PT Wanatiara Persada: KPK Sita Rp 6,38 Miliar dari Suap Pajak

Kasus Pajak PT Wanatiara Persada: KPK Sita Rp 6,38 Miliar dari Suap Pajak

Minggu, 11 Jan 2026 19:32 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:32 WIB

KPK menyita sejumlah barang bukti bernilai fantastis, mulai dari uang tunai hingga logam mulia, dengan total mencapai Rp 6,38 miliar.…

Jejak Pemasok Tramadol Mengarah ke Jakarta Barat

Jejak Pemasok Tramadol Mengarah ke Jakarta Barat

Minggu, 11 Jan 2026 09:50 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 09:50 WIB

Kapolsek Kragilan Kompol Dwi Hary menyebut pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang resah.…

Rizal Ramli dan Jejak Pemikiran Kritis yang Terus Diperjuangkan

Rizal Ramli dan Jejak Pemikiran Kritis yang Terus Diperjuangkan

Sabtu, 10 Jan 2026 15:44 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 15:44 WIB

Putra almarhum, Dipo Satria Ramli, mengaku terharu atas peringatan haul yang digelar di Surabaya.…

14 Hari Buang Sampah ke Cileungsi, Tangsel Keluar Rp 1,26 Miliar

14 Hari Buang Sampah ke Cileungsi, Tangsel Keluar Rp 1,26 Miliar

Jumat, 09 Jan 2026 20:37 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 20:37 WIB

Pemkot harus membayar biaya pengelolaan atau tipping fee sebesar Rp 450 ribu per ton kepada PT Aspex Kumbong.…