JAKARTA, GoBanten.com -Gelombang bencana kembali melanda Pulau Sumatera. Hujan deras yang turun tanpa henti sejak 24 November 2025 memicu banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga kini, data lapangan mencatat 174 korban jiwa dan lebih dari 12.546 kepala keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Dompet Dhuafa, melalui tim Disaster Management Center (DMC) bersama jaringan cabang di tiga provinsi, bergerak cepat melakukan evakuasi, distribusi logistik, hingga penanganan darurat di sejumlah titik terdampak. Kondisi di lapangan digambarkan memprihatinkan, terutama di wilayah pengungsian yang masih minim fasilitas.
“Kami melihat banyak warga melarikan diri hanya dengan pakaian yang melekat di tubuh. Ada anak-anak, ibu-ibu, hingga lansia yang kini bertahan di tempat pengungsian dengan kondisi serba terbatas,” ujar Kepala DMC Dompet Dhuafa, Shofa Qudus, Sabtu (29/11/2025).
Shofa menjelaskan, timnya telah berada di berbagai lokasi terdampak untuk mendukung proses pencarian korban hilang serta membantu penanganan darurat bersama BPBD. Untuk mempercepat koordinasi, Dompet Dhuafa mengaktifkan posko utama di Medan yang berfungsi sebagai pusat konsolidasi logistik dan relawan.
Selain itu, dapur umum mulai berjalan di beberapa lokasi, sementara peralatan seperti perahu karet, rantis, helm keselamatan, hingga tabung oksigen disiagakan untuk memaksimalkan proses evakuasi.
Sejumlah pos respon juga telah didirikan di berbagai kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di banyak wilayah, akses masih terputus akibat jembatan dan jalan yang rusak, sehingga proses pendataan korban belum sepenuhnya selesai.
“Angka korban jiwa sangat mungkin bertambah karena masih ada daerah yang belum bisa dijangkau,” kata Shofa.
Banjir bandang dan longsor ini menjadi salah satu bencana terbesar di Sumatera tahun ini. Sedikitnya 16 daerah di Aceh, 11 daerah di Sumatera Utara, dan 15 daerah di Sumatera Barat mengalami kerusakan parah. Rumah hanyut, jalan terputus, dan ribuan warga mengalami kehilangan.
Editor : Sondang