JAKARTA, GoBanten.com -Keana Production resmi mempersembahkan pertunjukan teater monumental “Monoplay Melati Pertiwi: Merajut Sejarah Perjalanan Bangsa”, sebuah karya yang menghadirkan kisah enam Pahlawan Nasional Perempuan Indonesia dalam format monoplay yang saling terhubung. Pertunjukan ini menjadi rangkaian penghormatan atas Hari Kemerdekaan RI ke-80 dan bulan peringatan pahlawan tahun ini.
Sutradara Wawan Sofwan menjelaskan bahwa pementasan ini tidak hanya menampilkan biografi para pahlawan, tetapi menggali esensi perjuangan mereka.
“Kami ingin setiap tokoh ‘berbicara’ langsung kepada penonton. Elemen panggung, multimedia, dan akting intens akan membawa audiens ke momen-momen krusial yang menentukan perjalanan hidup para pahlawan,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Setelah melalui proses kurasi panjang, enam aktris dan penyanyi terlibat menghidupkan keenam pahlawan tersebut:
Isyana Sarasvati sebagai S.K. Trimurti
Maudy Koesnaedi sebagai Nyi Ageng Serang
Tika Bravani sebagai Rasuna Said
Hana Malasan sebagai Ratu Kalinyamat
Marcella Zalianty sebagai Laksamana Malahayati
Glory Hilary sebagai Christina Martha Tiahahu
Isyana Sarasvati menyampaikan antusiasme dan komitmennya terhadap peran tersebut. “Ini kehormatan luar biasa. S.K. Trimurti mengingatkan saya bahwa tulisan, seperti musik, bisa menjadi alat perubahan. Saya berusaha menghadirkan keteguhan hatinya di panggung,” katanya.
Tika Bravani menilai perannya sebagai pengalaman transformatif. “Rasuna Said menunjukkan pendidikan dan suara publik adalah senjata yang ampuh. Seni peran bagi saya kini menjadi medium edukasi,” ujarnya.
Perjalanan berbeda juga dirasakan Maudy Koesnaedi.
“Kepemimpinan Nyi Ageng Serang membuat saya merenungkan kontribusi bagi sesama. Spirit beliau menginspirasi saya untuk memakai ‘panggung’ secara positif dan memberdayakan,” ungkapnya.
Sementara itu, Marcella Zalianty yang juga bertindak sebagai produser menilai sosok Malahayati sebagai simbol keberanian luar biasa.
“Memerankan sekaligus memproduksi karya ini seperti penyempurnaan. Memimpin panggung dan memimpin produksi sama-sama butuh ketegasan dan keberanian,” tuturnya.
Editor : Sondang