AMD Integrasikan AI Coding Assistant Lewat ROCm.ai, Ini Dampaknya

Reporter : Sondang
Teknologi ini disebut mampu meningkatkan kinerja inferensi hingga rata-rata 3,3 kali lipat serta training hingga 2,4 kali.

JAKARTA, GoBanten.com - Perusahaan semikonduktor Advanced Micro Devices (AMD) memperkenalkan platform terbaru bernama ROCm.ai dalam ajang Advancing AI 2026, sebagai upaya mempercepat proses pengembangan kecerdasan buatan (AI) dari tahap eksperimen ke produksi.

Berbeda dari pendekatan sebelumnya, ROCm.ai mengintegrasikan berbagai alat pengembangan ke dalam satu ekosistem terpadu yang memungkinkan developer menggunakan bahasa alami serta asisten coding berbasis AI. Hal ini dinilai dapat memangkas kompleksitas teknis sekaligus mempercepat proses deployment.

Baca juga: Singapura Bidik Wisatawan Indonesia Lewat Kolaborasi STB dan Traveloka

Corporate Vice President AI Software AMD, Anush Elangovan, menyatakan bahwa ROCm.ai dirancang untuk menjawab kebutuhan pengembangan AI yang kini semakin bergantung pada otomatisasi dan agen cerdas.

“ROCm.ai menghadirkan agen yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga melakukan profiling, debugging, hingga mendorong performa beban kerja ke tingkat optimal di hardware AMD,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).

Platform ini menggabungkan sejumlah komponen utama seperti ROCm CLI untuk manajemen beban kerja, AMD Skills yang terintegrasi dengan asisten coding populer seperti Claude, Cursor, dan Codex, serta Hyperloom yang berfungsi mengotomatisasi proses optimalisasi inferensi.

Baca juga: Samsung Luncurkan Program Pendidikan Digital untuk Dukung Kurikulum Merdeka

Dari sisi performa, AMD mengklaim peningkatan signifikan melalui optimalisasi berbasis AI pada kernel, manajemen memori, dan scheduling. Teknologi ini disebut mampu meningkatkan kinerja inferensi hingga rata-rata 3,3 kali lipat serta training hingga 2,4 kali dibandingkan versi sebelumnya pada perangkat keras yang sama.

Peluncuran ROCm.ai juga mencerminkan pergeseran tren industri, di mana pengembangan AI kini semakin mengandalkan integrasi antara manusia dan sistem berbasis agen. Dengan pendekatan ini, developer tidak lagi harus bergantung sepenuhnya pada dokumentasi teknis yang kompleks.

Baca juga: Inovasi AI Dokter Indonesia Bantu Deteksi Dini Gagal Jantung

ROCm.ai dijadwalkan mulai tersedia secara bertahap pada Agustus 2026 dan ditujukan untuk memperluas adopsi ekosistem AI AMD di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Langkah ini sekaligus mempertegas strategi AMD dalam memperkuat posisinya di pasar AI global, dengan fokus pada efisiensi, kemudahan penggunaan, dan percepatan inovasi.

Editor : Sondang

Tangerang Raya
Berita Populer
Berita Terbaru