JAKARTA, GoBanten.com - Penunjukan Sultan B Najamudin sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya periode 2026–2031 dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat peran diaspora Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dalam pembangunan daerah.
Keputusan tersebut diambil secara musyawarah mufakat dalam Musyawarah Besar (Mubes) ke-XIII TP Sriwijaya yang digelar di Jakarta, Sabtu (27/6/2026). Organisasi ini dikenal sebagai wadah besar masyarakat perantau Sumbagsel yang telah lama berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan.
Baca juga: Menjelang Ramadan, DPD RI Soroti Ancaman Kenaikan Harga Pangan
Dalam sambutannya, Sultan menegaskan komitmennya untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus mengakselerasi kontribusi nyata bagi daerah asal. Ia menilai TP Sriwijaya memiliki sejarah panjang sebagai organisasi yang lahir dari semangat perjuangan dan pengabdian.
“Ini bukan sekadar amanah organisasi, tetapi juga tanggung jawab untuk memperkuat visi pembangunan daerah melalui kolaborasi,” ujarnya.
Baca juga: DPD RI Soroti Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok dan Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2025
Sebagai Ketua DPD RI, Sultan melihat potensi besar jaringan perantau dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari investasi, pengembangan usaha, hingga penguatan sumber daya manusia.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan internal agar setiap program kerja dapat berjalan efektif. Dengan dukungan lintas daerah, TP Sriwijaya diharapkan mampu menjadi jembatan strategis antara pusat dan daerah.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam Mubes tersebut, menandakan besarnya pengaruh organisasi ini dalam jejaring sosial dan pembangunan. Ke depan, TP Sriwijaya diharapkan tidak hanya menjadi paguyuban, tetapi juga motor penggerak pembangunan berbasis kolaborasi masyarakat perantau.
Editor : Sondang