64 Persen Pekerja Indonesia Berani Negosiasi Gaji, Mayoritas Berhasil

Reporter : Sondang
Laporan terbaru Salary Pulse dari Jobstreet by SEEK mencatat 81 persen pekerja di Indonesia menilai gaji yang mereka terima sudah adil, tertinggi di kawasan Asia Pasifik.

JAKARTA, GoBanten.com - Tingkat kepuasan pekerja Indonesia terhadap struktur gaji menunjukkan tren positif, namun kebutuhan akan apresiasi dan pengakuan kinerja kini menjadi faktor yang semakin menentukan loyalitas karyawan.

Laporan terbaru Salary Pulse dari Jobstreet by SEEK mencatat 81 persen pekerja di Indonesia menilai gaji yang mereka terima sudah adil, tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Meski demikian, hanya 66 persen yang benar-benar merasa puas dengan nominal yang diterima.

Perbedaan angka tersebut menunjukkan adanya pergeseran ekspektasi tenaga kerja. Gaji tidak lagi menjadi satu-satunya indikator kepuasan, melainkan harus disertai dengan bentuk apresiasi yang lebih luas dari perusahaan.

Managing Director Indonesia Jobstreet by SEEK, Wisnu Dharmawan, mengatakan transparansi dan komunikasi terkait kompensasi menjadi kunci penting. “Gaji adalah fondasi utama, tetapi perusahaan juga perlu memastikan karyawan merasa dihargai melalui komunikasi yang terbuka dan sistem penghargaan yang jelas,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Laporan ini juga mengungkap bahwa kepuasan gaji berkorelasi langsung dengan produktivitas. Karyawan yang puas tercatat memiliki motivasi kerja lebih tinggi, sementara mereka yang merasa kurang dihargai cenderung lebih cepat mempertimbangkan untuk pindah kerja.

Di sisi lain, pekerja Indonesia menunjukkan keberanian dalam menyampaikan aspirasi. Sebanyak 64 persen responden mengaku pernah meminta kenaikan gaji, dan mayoritas berhasil mendapatkan hasil positif dari negosiasi tersebut.

Meski terbuka terhadap peluang peningkatan penghasilan, pekerja tetap selektif terhadap lingkungan kerja. Mayoritas responden menempatkan budaya perusahaan dan kesesuaian nilai sebagai prioritas, bahkan di atas kenaikan gaji.

Temuan ini memperlihatkan bahwa strategi retensi karyawan kini tidak cukup hanya mengandalkan gaji kompetitif. Perusahaan dituntut menghadirkan kombinasi antara penghargaan kinerja, transparansi, serta lingkungan kerja yang sehat untuk mempertahankan talenta di tengah persaingan pasar tenaga kerja yang semakin dinamis.

Editor : Sondang

Tangerang Raya
Berita Populer
Berita Terbaru