Bayi Tabung

Kisah Sukses Bayi Tabung: 9 Tahun Menanti, Pasangan Ini Akhirnya Dikaruniai Buah Hati

Reporter : Sondang
Bayi Tabung. Foto ilustrasi/Helosehat

JAKARTA, GoBanten.com - Program bayi tabung (IVF) semakin menjadi solusi nyata bagi pasangan yang menghadapi infertilitas, terutama pada kasus medis kompleks seperti kerusakan saluran reproduksi. Kisah pasangan Rifky Alhabsyi dan Yulia Rahmayani menjadi bukti bahwa pendekatan medis yang tepat dan pendampingan menyeluruh dapat membuka peluang kehamilan, bahkan setelah penantian panjang hingga sembilan tahun.

Yulia diketahui mengalami kerusakan pada kedua tuba falopi hingga harus menjalani salpingektomi, kondisi yang membuat kehamilan alami tidak memungkinkan. Dalam situasi tersebut, IVF menjadi satu-satunya pilihan. Setelah memulai program pada 2025 melalui prosedur Ovum Pick Up (OPU) dan Frozen Embryo Transfer (FET), kehamilan akhirnya berhasil terjadi dari satu embrio yang berkembang.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Darma Syanty, Sp.OG., Subsp. FER., menjelaskan bahwa IVF merupakan metode paling efektif pada kasus kerusakan tuba. “Pada kondisi tuba yang tidak berfungsi, IVF menjadi pilihan utama. Keberhasilan juga sangat dipengaruhi kondisi emosional pasien dan dukungan lingkungan selama proses,” ujarnya, Rabu (17/6/1026).

Keberhasilan ini tidak hanya bergantung pada teknologi reproduksi, tetapi juga pada kesiapan mental pasangan. Rifky mengungkapkan bahwa perjalanan panjang tersebut mengajarkan pentingnya ketahanan emosional dan dukungan pasangan.“Kami belajar untuk tetap kuat dan tidak menyerah.Pendampingan dari tenaga medis membuat kami lebih yakin menjalani proses ini,” katanya.

CEO Smart Fertility Clinic, dr. Laura Leandra Setiawan, menambahkan bahwa kisah ini diharapkan dapat memberi harapan bagi pasangan lain. “IVF bukan sekadar prosedur medis, tetapi perjalanan penuh harapan. Dengan pendekatan yang tepat, peluang untuk memiliki buah hati tetap terbuka,” jelasnya.

Selain proses kehamilan, layanan maternal terintegrasi juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan persalinan. Yulia menjalani metode ERACS yang dikombinasikan dengan TAP Block untuk mempercepat pemulihan pasca operasi. Pendampingan berkelanjutan, termasuk edukasi laktasi dan perawatan ibu, membantu proses recovery berjalan lebih optimal.

Direktur Primaya Evasari Hospital, dr. Wily Kurniady, MARS, menegaskan bahwa layanan kesehatan ibu dan anak harus bersifat holistik. “Kami fokus tidak hanya pada tindakan medis, tetapi juga pengalaman pasien secara keseluruhan. Pendampingan dari awal program hingga pasca persalinan menjadi kunci keberhasilan layanan,” ujarnya.

Kisah ini menegaskan bahwa infertilitas bukan akhir dari harapan. Dengan kemajuan teknologi medis dan dukungan layanan yang terintegrasi, pasangan pejuang garis dua kini memiliki peluang lebih besar untuk mewujudkan impian memiliki buah hati.

Editor : Sondang

Tangerang Raya
Berita Populer
Berita Terbaru