JAKARTA, GoBanten.com - Tren belajar vokal berbasis lagu Mandarin kian diminati masyarakat, seiring munculnya metode pembelajaran yang lebih personal dan fleksibel.
Salah satunya terlihat dari kelas vokal yang dipandu penyanyi senior Ranni Pancarani, yang berhasil menarik peserta dari berbagai usia.
Awalnya digelar secara sederhana saat pandemi COVID-19, kelas ini kini berkembang menjadi ruang belajar kreatif yang tidak hanya fokus pada teknik menyanyi, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta.
Ranni menjelaskan, pendekatan yang diterapkan berbeda dari kelas vokal pada umumnya. Setiap peserta diberi kebebasan memilih lagu, yang kemudian dipelajari secara mendalam mulai dari teknik vokal, pengaturan napas, hingga pelafalan lirik.
“Setiap lagu punya karakter berbeda, apalagi lagu Mandarin yang sangat bergantung pada pelafalan. Jadi metodenya tidak bisa disamaratakan,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Fokus pada pengucapan menjadi salah satu kunci pembelajaran, mengingat kesalahan pelafalan dapat memengaruhi kualitas suara sekaligus rasa percaya diri penyanyi. Untuk itu, peserta diminta menulis ulang lirik lagu lengkap dengan catatan teknik sebagai bagian dari proses belajar.
Selain metode, suasana kelas juga menjadi faktor pendukung. Kegiatan belajar digelar di ruang publik dengan iringan musik langsung, sehingga peserta terbiasa tampil di depan orang lain dan melatih mental panggung.
Hasilnya, sejumlah peserta yang sebelumnya enggan bernyanyi di depan umum kini mulai berani tampil dalam berbagai acara, baik di lingkungan keluarga maupun komunitas.
Fenomena ini juga menunjukkan bahwa lagu Mandarin tidak hanya diminati sebagai hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana belajar bahasa. Sejumlah peserta bahkan mengikuti kelas untuk meningkatkan kemampuan berbahasa melalui musik.
Melihat antusiasme yang terus meningkat, penyelenggara mulai membuka kelas tambahan dan menjajaki ekspansi ke beberapa wilayah lain. Namun, pengembangan tetap dilakukan secara bertahap untuk menjaga kualitas pembelajaran.
Ranni menilai, keberhasilan kelas vokal tidak semata diukur dari kemampuan teknis peserta, melainkan dari perubahan rasa percaya diri dan keberanian mereka dalam mengekspresikan diri.
“Kami ingin setiap orang menikmati proses belajar dan berani tampil. Itu yang paling penting,” ujarnya.
Editor : Sondang