AI dan Keamanan Siber Jadi Fokus Baru dalam Regulasi Industri Nasional

author Sondang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Komite IV DPD RI bersama Universitas Telkom menyoroti pentingnya aturan industri yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Foto ist
Komite IV DPD RI bersama Universitas Telkom menyoroti pentingnya aturan industri yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Foto ist

i

JAKARTA, GoBanten.com -Upaya memperkuat daya saing industri nasional terus didorong melalui pembaruan regulasi. Komite IV DPD RI bersama Universitas Telkom menyoroti pentingnya aturan industri yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), hilirisasi, dan transformasi digital.

Dalam uji sahih Rancangan Undang-Undang Perindustrian di Kampus Universitas Telkom, Bandung, Anggota DPD RI asal Jawa Barat, Jihan Fahira, menegaskan bahwa percepatan transformasi industri menjadi kebutuhan mendesak di tengah persaingan global. “Integrasi teknologi, riset kampus, dan sektor industri harus diperkuat agar Indonesia tidak tertinggal,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Wakil Ketua Komite IV DPD RI, Novita Anakotta, menyoroti gejala deindustrialisasi dini yang berdampak pada stagnasi kontribusi industri terhadap PDB. Ia menilai revisi regulasi perlu memperkuat struktur industri, termasuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku dan teknologi.

Dari sisi akademisi, Dekan FEB Universitas Telkom, Farida Titik Kristanti, menyebut hilirisasi dan penguasaan teknologi sebagai kunci peningkatan nilai tambah industri. “Transformasi digital melalui strategi industri 4.0 harus dipercepat agar Indonesia mampu masuk rantai nilai global,” jelasnya.

Sementara itu, pakar hukum teknologi Telkom University, Helni Mutiarsih Jumhur, menekankan urgensi regulasi audit teknologi dan AI. Ia mengusulkan kewajiban audit bagi industri berisiko tinggi serta penguatan tata kelola data dan keamanan siber di sektor manufaktur. “Regulasi AI harus jelas untuk melindungi industri sekaligus tenaga kerja,” tegasnya.

Melalui forum ini, DPD RI menegaskan bahwa revisi UU Perindustrian harus mampu menciptakan ekosistem industri yang inovatif, tangguh, dan berkelanjutan. Masukan dari kalangan akademisi akan menjadi dasar penyempurnaan beleid guna mendorong industrialisasi nasional yang lebih kompetitif di era digital.

Berita Terbaru

Alam Sutera Hadirkan Fun Run 5K, Perkuat Gaya Hidup Sehat dan Komunitas

Alam Sutera Hadirkan Fun Run 5K, Perkuat Gaya Hidup Sehat dan Komunitas

Rabu, 01 Jul 2026 19:51 WIB

Rabu, 01 Jul 2026 19:51 WIB

Director Alam Sutera Group, Andre Simandjaja, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang lebih luas bagi masyarakat.…

Transformasi Perbankan Jadi Kunci, Bank Jakarta Ungkap Tantangan Industri Keuangan

Transformasi Perbankan Jadi Kunci, Bank Jakarta Ungkap Tantangan Industri Keuangan

Rabu, 01 Jul 2026 00:55 WIB

Rabu, 01 Jul 2026 00:55 WIB

Sinergi antara perbankan dan pasar modal dalam menekankan kualitas dinilai akan memperkuat daya tahan sektor keuangan Indonesia.…

Sehati Resmi Diluncurkan di Serang, Kemendes Gandeng Bank Dunia Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Sehati Resmi Diluncurkan di Serang, Kemendes Gandeng Bank Dunia Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Rabu, 01 Jul 2026 00:51 WIB

Rabu, 01 Jul 2026 00:51 WIB

Program Sehati juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.…

Bank Jakarta Fokus Jaga Kualitas Kredit dan Likuiditas di Tengah Perubahan Industri

Bank Jakarta Fokus Jaga Kualitas Kredit dan Likuiditas di Tengah Perubahan Industri

Selasa, 30 Jun 2026 22:47 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 22:47 WIB

Bank Jakarta juga terus mendorong transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.…

Film CLBK: Cinta Lama Babak Kedua yang Penuh Nostalgia dan Luka

Film CLBK: Cinta Lama Babak Kedua yang Penuh Nostalgia dan Luka

Selasa, 30 Jun 2026 20:53 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 20:53 WIB

Sutradara Ivander Tedjasukmana menyebut film ini sebagai gambaran bahwa cinta bisa hadir di fase kehidupan mana pun.…

Prodi Sains Sepi Peminat, DPR Ingatkan Risiko Indonesia Jadi Konsumen Teknologi

Prodi Sains Sepi Peminat, DPR Ingatkan Risiko Indonesia Jadi Konsumen Teknologi

Selasa, 30 Jun 2026 13:50 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 13:50 WIB

Sepinya peminat prodi sains bukan sekadar persoalan minat akademik, tetapi juga mencerminkan kekhawatiran generasi muda terhadap masa depan karier tersebut.…