GONEWS.co.id - Lonjakan harga tiket pesawat domestik dan regional terjadi secara signifikan setelah kenaikan harga avtur oleh PT Pertamina (Persero). Kenaikan ini memicu tekanan langsung pada tarif penerbangan, bahkan melampaui kisaran normal di sejumlah rute favorit.
Berdasarkan data Google Flights, Senin (13/4/2026) harga tiket rute Jakarta–Surabaya untuk periode pertengahan April menembus Rp2,5 juta pulang-pergi, jauh di atas harga normal. Lonjakan lebih tajam terlihat pada rute Jakarta–Bali yang kini menyentuh Rp4 juta, hampir dua kali lipat dari tarif biasanya.
Kondisi serupa terjadi pada rute jarak menengah hingga internasional. Tiket Jakarta–Medan mencapai Rp4,6 juta, sementara Jakarta–Bangkok melonjak hingga Rp7,8 juta. Bahkan rute pendek seperti Jakarta–Singapura ikut terdorong naik hingga kisaran Rp4 juta.
Kenaikan ini tidak terlepas dari lonjakan harga avtur yang mencapai lebih dari 70 persen sejak awal April 2026. Di Bandara Soekarno-Hatta, harga avtur naik drastis dari sekitar Rp13 ribu menjadi lebih dari Rp23 ribu per liter. Dampaknya, maskapai harus menyesuaikan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge yang turut mendorong harga tiket.
Di sisi lain, pemerintah telah membatasi kenaikan tarif pesawat domestik di kisaran 9–13 persen. Namun, tekanan biaya operasional—di mana bahan bakar menyumbang sekitar 40 persen—membuat maskapai sulit menahan laju kenaikan harga.
Situasi ini menimbulkan dilema antara menjaga keberlanjutan industri penerbangan dan mempertahankan daya beli masyarakat. Pemerintah menyatakan akan terus memantau pergerakan tarif serta menyiapkan insentif untuk menekan biaya operasional maskapai di tengah gejolak harga energi global.
Editor : Sondang