GoBanten.com - Pemerintah mendorong penguatan kemitraan internasional sebagai strategi peningkatan mutu pendidikan tinggi nasional. Kolaborasi dengan universitas Inggris diarahkan tidak hanya pada pertukaran akademik, tetapi juga pembukaan kampus cabang, riset bersama, dan integrasi dengan ekosistem industri melalui skema Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, menegaskan kemitraan global diperlukan untuk memperkuat kualitas dan relevansi pendidikan tinggi di Indonesia.
“Kami melihat bahwa Indonesia membutuhkan mitra dari negara lain. Inggris, misalnya, memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan tinggi berkualitas. Oleh karena itu, kami berharap kerja sama ini, termasuk jika ada universitas asing yang membuka kampus cabang di Indonesia dapat turut meningkatkan dan memperkuat mutu, relevansi, serta dampak pendidikan tinggi di Indonesia.Keberadaan KEK di Indonesia juga turut mempermudah universitas asing yang ingin membuka kampus ke Indonesia mengingat kawasan ini memiliki kebijakan relaksasi khusus dari pemerintah Indonesia untuk mendukung pendirian kampus tersebut. Di samping itu, kami berharap mereka tidak hanya datang dan membangun universitasnya sendiri, tetapi juga berkolaborasi dengan perguruan tinggi Indonesia lainnya. Dengan demikian, kami berharap perguruan tinggi Indonesia dapat terdorong untuk meningkat hingga setara dengan standar internasional.” ujarnya.
Dari sisi mitra internasional, pendekatan kolaborasi ditegaskan harus terhubung dengan kebutuhan lokal dan prioritas pembangunan nasional. Summer Xia, Country Director Indonesia and Director for South East Asia at the British Council, menyatakan, “Di British Council, kami meyakini bahwa kemitraan pendidikan internasional akan paling efektif apabila berakar kuat pada konteks lokal dan selaras dengan prioritas nasional. Kunjungan hari ini memberikan kesempatan nyata bagi para pimpinan universitas Inggris untuk melihat secara langsung bagaimana Indonesia mengintegrasikan pendidikan tinggi, inovasi, dan pembangunan ekonomi melalui kebijakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di BSD City. Inilah alasan mengapa BSD City dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan British Council East Asia Education Week tahun ini. Kawasan terpadu ini mencerminkan visi Indonesia dalam menghubungkan pendidikan tinggi dengan industri serta ekosistem inovasi. Bagi mitra internasional, hal ini membuka peluang untuk melampaui model kolaborasi tradisional menuju kemitraan yang lebih terintegrasi, berorientasi pada dampak, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.”
Pemerintah menempatkan KEK sebagai instrumen kebijakan untuk mempercepat realisasi kerja sama tersebut melalui relaksasi regulasi dan kemudahan investasi.
Bambang Wijanarko, Kepala Biro Pengendalian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Sekretariat Jenderal Dewan KEK, menegaskan dukungan terhadap kehadiran kampus asing di Indonesia. “Kami menyambut dan menantikan kehadiran universitas-universitas unggulan Inggris di KEK ETKI Banten (D-HUB SEZ) dan KEK Singhasari sebagai quick wins dalam mewujudkan arahan Presiden untuk penguatan kemitraan Indonesia dengan Universitas Inggris,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Penguatan kolaborasi pendidikan tinggi Indonesia–Inggris ini diharapkan memperluas akses pendidikan berkualitas, mendorong riset terapan, dan meningkatkan daya saing talenta nasional melalui ekosistem akademik yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri
Editor : Sondang