GoBanten.com - Perusahaan pengelola merek konsumer Hypefast memperluas langkahnya ke sektor gaya hidup aktif dengan menghadirkan HYSTORIC 2026, festival wellness sekaligus hybrid race berskala nasional di Pos Bloc Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Ajang ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah dan menandai upaya perusahaan membangun kedekatan langsung dengan komunitas kebugaran.
Sekitar 550 peserta mengikuti kompetisi yang menggabungkan lari dan tantangan fungsional dalam format 8×500 meter run dengan delapan stasiun latihan kekuatan dan daya tahan.
HYSTORIC diposisikan sebagai titik temu komunitas hybrid fitness nasional sekaligus bagian dari strategi penguatan identitas korporasi menjelang rencana penawaran saham perdana pada 2027.
CEO & Founder Hypefast Achmad Alkatiri menyebut event ini sebagai langkah transformasi perusahaan dari sekadar pengelola merek menjadi penggerak ekosistem gaya hidup aktif.
“HYSTORIC menandai evolusi Hypefast menjadi penggerak ekosistem lokal yang lebih dekat dengan Gen Z dan milenial. Olahraga kompetitif kini menjadi bagian dari kultur konsumen modern,” ujar Achmad.
Ajang ini menghadirkan atlet hybrid profesional asal Korea Selatan Hong Beom Seok sebagai Race Ambassador. Ia menilai format kompetisi yang dihadirkan relevan untuk memperluas basis atlet hybrid di Indonesia.
“Format seperti ini memberi kesempatan lebih banyak orang merasakan hybrid race secara terukur sekaligus menguji kesiapan sebelum masuk level kompetisi lebih tinggi,” kata Hong.
Dari sisi teknologi, HYSTORIC didukung Garmin sebagai mitra perangkat wearable untuk memantau performa dan pemulihan peserta. Garmin Indonesia Marcomm Senior Manager Chandrawidhi Desideriani menilai pendekatan berbasis data menjadi elemen penting dalam tren olahraga lintas disiplin.
“Hybrid racing menunjukkan gaya hidup aktif yang terus berkembang. Teknologi membantu individu memahami kondisi tubuh agar latihan tetap efektif dan aman,” ujarnya.
CEO Posbloc Jakarta Jimmy menambahkan pemanfaatan ruang publik untuk event kebugaran menjadi langkah positif dalam memperluas akses masyarakat terhadap aktivitas sehat.
“Ruang publik harus hidup dan inklusif. Kegiatan seperti ini mempertemukan komunitas, olahraga, dan gaya hidup sehat dalam satu ekosistem,” katanya.
(Deny Pohan)
Editor : Sondang