Jakarta - Grup musik The Chasmala kembali menyapa penikmat musik Indonesia lewat single terbaru berjudul “Cinta Tapi Terluka”, lagu yang mengangkat realitas hubungan percintaan tidak sehat atau toxic relationship yang kerap dialami generasi muda.
Lagu ini menggambarkan konflik batin dua insan yang saling mencintai, namun terjebak dalam luka, manipulasi, dan kekecewaan yang terus berulang. Single tersebut diciptakan oleh keyboardist The Chasmala, Irfan Chasmala, bersama vokalis Pieter Anroputra dan gitaris Denny Chasmala (Denchas), serta diproduseri oleh Ade Govinda.
“Semoga ini menjadi pelajaran bahwa dengan luka itu orang bisa menjadi lebih kuat lagi,” ujar Irfan dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Terinspirasi dari kisah nyata sahabat Irfan, emosi dalam lagu ini terasa dekat dan relevan. Proses kreatifnya pun terbilang singkat namun intens, hanya memakan waktu tiga hari hingga akhirnya mendapat respons positif dari sang produser.
Ade Govinda menilai lagu ini memiliki karakter musikal yang berbeda. “Feelnya terdengar vintage, seperti musik era 60-an atau 70-an. Pieter bisa cepat beradaptasi sehingga feel lagunya benar-benar dapet,” katanya.
Single ini juga menjadi karya spesial karena Pieter tampil ganda sebagai vokalis sekaligus drummer, dengan formasi yang diperkuat Rishanda Singgih (bass), Dika Chasmala (string), dan Meltho Pasto sebagai vocal director.
Denchas berharap lagu ini mendapat sambutan luas.
“Semoga yang mendengarkan suka, streams-nya bagus, dan bisa kami bawakan langsung di atas panggung,” ujarnya.
Pieter menambahkan, “Semoga lagu ini menjadi berkah untuk The Chasmala.”
Single “Cinta Tapi Terluka” resmi dirilis di seluruh platform musik digital sejak 21 Januari 2026, sementara video musiknya dapat disaksikan di kanal YouTube MyMusic Records. Lagu ini diharapkan menjadi teman refleksi bagi mereka yang pernah mencintai, terluka, dan akhirnya belajar melepaskan.
(Tri Handiyatno)
Editor : Sondang